Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Dua Wabah Penyakit yang Diabadikan Ibnu Hajar Al Asqalani

Ahad 05 Apr 2020 18:02 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Dua Wabah Penyakit yang Diabadikan Ibnu Hajar Al Asqalani. Foto: Ibnu Hajar (ilustrasi).

Dua Wabah Penyakit yang Diabadikan Ibnu Hajar Al Asqalani. Foto: Ibnu Hajar (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com
Sebaran wabah penyakit pernah terjadi di Hijaz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebaran wabah mematikan tercatat pernah menghampiri Hijaz. Itu terekam antara lain dalam catatan ulama terkemuka abad pertengahan, al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani (1372- 1449). Ia menulis kitab berjudul Badzlu al Maun Fi Fadhli al Thaun. Akademisi UIN Syarif Hidayatullah yang juga filolog Prof Oman Fathurahman menjelaskan, karya tersebut ditulis Ibnu Hajar dengan rupa-rupa latar.

Di antaranya, permintaan koleganya yang ingin mendapatkan saran ihwal menghadapi dan menyikapi penyakit menular. Alasan lainnya lebih bersifat personal. Sebab, ketiga putri Ibnu Hajar sendiri meninggal dunia di tengah bencana wabah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya itu menerangkan tentang dua peristiwa wabah dalam sejarah Islam. Pertama, yang terjadi pada sekitar masa Nabi Muhammad SAW.

Seperti diketahui, penyerangan Abrahah terhadap Ka'bah di Makkah gagal karena jenderal Habasyah dan pasukannya itu didera wabah semacam cacar. Akan tetapi, efek lanjutan wabah terus terjadi. Barulah pada abad kedelapan, dampak itu mulai berkurang.

"Jadi pada masa lalu, pandemik wabah itu agak panjang akibatnya, tentu juga terkait dengan perkembangan ilmu sains, kedokteran yang mungkin belum sampai tahap modern seperti sekarang, sehingga pencegahannya itu tidak bisa secepat sekarang," jelas Kang Oman, panggilan akrab Prof Oman Fathurrahman, dalam pengajian Ngariksa, Jumat (27/3) lalu.

Adapun peristiwa wabah kedua yang ditulis al-Asqalani berkaitan dengan the Black Death. Wabah dalam rentang tahun 1346-1353 itu membunuh hingga dua pertiga populasi Benua Eropa dan sekitarnya, termasuk pesisir Afrika Utara dan Asia Barat. Ulama yang juga ahli hadits itu pun terkena dampaknya. Sesuai dengan judulnya, kitab Badzlu berisi informasi tentang macam-macam pertolongan yang dapat diberikan bagi para penderita sakit.

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA