Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Eks Pelatih City Berharap Liga Inggris Dibatalkan

Ahad 05 Apr 2020 17:06 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Agung Sasongko

Papan informasi bertuliskan imbauan mengenai virus corona terlihat di dalam stadion saat pertandingan lanjutan liga Inggris antara Liverpool melawan Bournemouth, Sabtu (7/3).

Papan informasi bertuliskan imbauan mengenai virus corona terlihat di dalam stadion saat pertandingan lanjutan liga Inggris antara Liverpool melawan Bournemouth, Sabtu (7/3).

Foto: Reuters/Carl Recine
Eks Pelatih City Berharap Liga Inggris Dibatalkan untuk melindungi para pemain.

REPUBLIKA.CO.ID,  MANCHESTER -- Mantan pelatih kebugaran Manchester City, Raymond Verheijen berharap para pemain melakukan protes jika Liga Primer Inggris berlanjut sebelum kondusif. Menurut Raymond, faktor kesehatan tetaplah di posisi terdepan.

 

"Musim ini harus dibatalkan untuk melindungi para pemain. Saya telah berbicara dengan beberapa pemain, tentang situasi ini. Mereka khawatir disuruh merumput sebelum krisis berakhir," kata tokoh asal Belanda, dikutip dari Manchester Evening News, Ahad (5/4).

Ia merasa kurang tepat andai penyelenggara hanya memikirkan sisi ekonomi. Artinya, tetap melangsungkan pertandingan demi menyelematkan pendapatan yang hilang dari hak siar televisi.

Sementara fokus pemain sedang terganggu. Ada semacam ketakutan mereka saling menjangkiti satu sama lain.

"Jadi itu hal pertama yang perlu dipikirkan otoritas sepakbola. Kedua, pihak penyelenggara juga harus memikirkan kemungkinan para pemain mengalami cedera yang mengancam karir mereka," ujar Raymond.

Namun ia menyadari para pemain perlu bersuara keras. Terutama yang memiliki nama besar di panggung sepakbola Inggris.

Mereka bisa bergabung dengan bintang sepakbola dari liga top lainnya. "Ini akan menjadi pesan yang kuat jika bintang Liga Primer bergabung dengan nama besar seperti Messi dan Ronaldo. Mereka mengatakan tidak seorang pun dari kami akan bermain sampai situasi aman," tutur Raymond.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA