Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Daftar 48 Perusahaan Pembiayaan Beri Keringanan Kredit

Ahad 05 Apr 2020 10:42 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Indira Rezkisari

Keringanan kredit diberikan 48 perusahaan pembiayaan bagi publik yang tak mampu membayar cicilan akibat dampak ekonomi Covid-19.

Keringanan kredit diberikan 48 perusahaan pembiayaan bagi publik yang tak mampu membayar cicilan akibat dampak ekonomi Covid-19.

Foto: Republika
Keringanan kredit diberikan ke masyarakat terdampak Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan pembiayaan yang memberikan keringanan kredit kepada nasabah terus bertambah. Tercatat 48 perusahaan yang mendaftar ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi berupa restrukturisasi kredit kepada nasabah.

OJK menggandeng Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (AAPI) agar semakin banyak perusahaan pembiayaan ikut serta dalam program ini. Langkah ini guna meringankan beban masyarakat yang tak lagi mampu membayar cicilan akibat makin meluasnya Covid-19.

“APPI telah mensyaratkan kepada nasabah yang akan mendapatkan keringanan yakni nasabah terkena dampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp 10 miliar dan nasabah yang bekerja pada sektor informal atau pengusaha UMKM,” seperti dikutip dalam keterangan tulis di Jakarta, Ahad (5/4).

Jenis restrukturisasi yang ditawarkan APPI antara lain pertama perpanjangan jangka waktu pembayaran. Kedua, penundaan sebagian pembayaran. Ketiga jenis restrukturisasi (keringanan lainnya) yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan.

“Nasabah disarankan tidak mendatangi kantor perusahaan pembiayaan. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada website resmi atau melalui call center perusahaan pembiayaan,” jelasnya.

Berikut daftar perusahaan pembiayaan yang mendaftar ke OJK untuk memberi keringanan kredit antara lain Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), FIF GROUP (member of Astra), WOM Finance, Mandiri tunas finance, Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL), Bussan Auto Finance (BAF), ACC- Aditama finance, AEON Credit Servive, Al Ijarah Indonesia Finance (alif), Anugrah Buana Central Multifinance (ABC finance).

Kemudian, ARMADA Finance, BCA Finance, BCA Multifinance, BETA INTI Multifinance, BFI Finance, BRI Finance, Buana finance, Bukopin finance, CAPELLA MULTIDANA, CIMB NIAGA finance, CITIFIN Multifinance, DANASUPRA ERAPACIFIC Multifinance, Hasjrat Multifinance, INDOMOBIL Finance, INDOSURYA Finance.

Selanjutnya, INTAN BARUPRANA finance (IBF), ITC AUTO multifinance (IAF), MayBank Finance, Mandiri Utama Finance, Multindo, MNC Leasing, RAMA MULTI FINANCE, Pro Car Finance, SGMW Multifinance Indonesia (Wuking finance), Smart finance, Amanah finance, Andalan finance, Asiatic Multi finance, Buana Multidana, Cat financial, Kreditplus, IFS capital Indonesia, Mega finance, MNC finance, SAISON Indonesia, Sinarmas Hana finance, Sinarmas Multifinance dan SUZUKI Finance.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA