Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Warga Sumbar dari Depok Terdeteksi Bersuhu Badan Panas

Sabtu 04 Apr 2020 22:26 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Agus Yulianto

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit ikut pengecekan pendatang ke Sumbar dari Riau di Kelon sembilan, Kabupaten 50 Kota.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit ikut pengecekan pendatang ke Sumbar dari Riau di Kelon sembilan, Kabupaten 50 Kota.

Foto: Dok Humas Pemprov Sumbar
Wagub Sumbar minta warga tersebut supaya secepatnya diisolasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, gugus tugas yang menjaga perbatasan Sumbar dengan Bengkulu, tepatnya di Silaut, mendeteksi seorang warga yang baru kembali dari Kota Depok, Jawa Barat dan bersuhu badan di atas normal.

Nasrul menyebut, ia sudah meminta pejabat daerah sampai tingkat camat dan wali nagari untuk mencari warga tersebut supaya secepatnya diisolasi. "Di Silaut ada terdeteksi warga yang badannya panas, baru pulang dari Depok habis menjemput anaknya. Ini harus segera diisolasi," kata Nasrul Abit melalui video conference yang difasilitasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat via aplikasi Zoom, Sabtu (4/4).

Nasrul membeberkan, kondisi penjagaan di perbatasan Sumbar hingga saat ini belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan Pemprov. Akibatnya, penjagaan arus warga yang masuk ke Sumbar dari daerah lain belum terlalu ketat. Salah satunya mengenai pendataan dan penanganan.

"Semua orang harus dicatat, terutama perantau yang kembali. Ini belum sama pemahaman di lapangan dengan yang kita harapkan," ujar Nasrul Abit.

Selain mengingatkan petugas yang menjalankan di lapangan, Pemprov Sumbar meminta warga perantau agar menahan diri tidak pulang kampung dulu buat meminimalisir penularan covid-19 di Sumatera Barat.

Bagi warga yang kembali dari provinsi lain terutama dari daerah terjangkit cukup parah karena urusan tertentu, Nasrul meminta agar disiplin. Yakni dengan penuh keadaran melapor ke puskesmas atau pemerintahan nagari setempat. Supaya pemerintah lebih mudah melakukan pemantauan.

"Yang penting sekarang adalah disiplin. Warga harus menjelaskan kedatangannya dari mana, riwayatnya dan segala macam. Kalau kita semua disiplin, corona ini akan dapat terkendali," ucap Nasrul Abit.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA