PBNU Imbau Umat Islam Sholat Tarawih dan Ied di Rumah

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

 Sabtu 04 Apr 2020 21:49 WIB

14 Ormas Islam Imbau Umat Sholat Tarawih dan Ied di Rumah. Foto: Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA. Foto: Republika/Bowo Pribadi 14 Ormas Islam Imbau Umat Sholat Tarawih dan Ied di Rumah. Foto: Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA.

Pelaksanaan Sholat Tarawih dan Ied di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam yang ingin melaksanakan ibadah sholat tarawih pada bulan Ramadhan maupun sholat Idul Fitri (sholat ied) di awal bulan Syawal tahun ini diimbau untuk melakukannya di rumah. Hal tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Baca Juga

Imbauan itu disampikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sekaligus ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang beranggotakan 14 ormas Islam.

"Mengimbau kepada umat Muslim untuk Sholat Jumat, Tarawih, Idul Fitri 1441 H di rumah masing-masing," kata Kiai Said saat konferensi pers di Kantor LPOI, Kramat Raya, Jakarta Pusat, melalui layanan streaming, Jumat (3/4).

Kiai Said juga meminta kepada umat Islam agar tidak melakukan kegiatan buka bersama pada bulan Ramadhan mendatang. “Tidak melaksanakan kegiatan takbir keliling, buka bersama, silaturahim, demikian pula kepada umat non-muslim untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing agar dapat mengurangi potensi penyebaran virus Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudik lebaran pada tahun ini. “Kami mengimbau masyarakat agar sebisa mungkin tidak melakukan mudik ke daerah masing-masing sesuai dengan imbauan pemerintah,” ujar Kiai Said.

Imbauan yang disampaikan Kiai Said tersebut juga mewakili 20 ormas keagamaan dari berabagai agama di Indonesia yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK). Kiai Said juga menyampaikan bahwa LPOI dan LPOK mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah mengumumkan akan memberikan insentif bagi para pekerja informal yang tidak mudik di tengah virus Corona.

“LPOI dan LPOK juga sangat mendukung rencana kebijakan perimintah untuk memeberikan insentif kepada masyarakat yang tidak pulang atau tidak mudik agar dapat merayakan hari raya di keluarganya masing-masing,” ucap Kiai Said.

Kiai Said mengatakan, LPOI dan LPOK juga sangat mendukung pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat lapisan bawah terdampak virus corona yang dikenal dengan enam paket bantuan, yaitu Program keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Diskon dan Gratis Tarif Listrik, Antisipasi Kebutuhan Pokok, dan Keringanan Pembayaran Kredit.

“Ini kita betul-betul mengucapkan atau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kebijakan pemerintah hari ini,” kata Ketua Umum PBNU ini.

Untuk diketahui, 14 ormasi Islam tergabung dalam LPOI. Ormas tersebut adaldah Nahdlatul Ulama, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Az-Zikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Persatuan Umat Islam (PUI), HBMI, dan Nahdlatul Wathan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X