Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

1.935 Orang Ikuti Rapid Tes Covid-19 di Depok, 87 Positif

Sabtu 04 Apr 2020 20:52 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah / Red: Agus Yulianto

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Foto: Rusdy Nurdiansyah /Republika
Hasil itu harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab PCR.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok menyampaikan data terbaru korban virus Corona (COVID-19) yang dirilis di http:/ccc-19.depok.go.id pada 4 April 2020. Data itu menyebutkan, dari pelaksanaan rapid tes yang diikuti 1.935 orang di rumah sakit, Labkesda dan Puskesmas, sebanyak 87 orang dinyatakan positif.

Pelaksanaan rapid tes diperuntukan untuk Pasien Dalam Pemgawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan tenaga kesehatan (medis). "Pelaksanaan rapid tes di rumah sakit untuk PDP dan tenaga kesehatan (medis) berjumlah 983 orang dengan hasil positif 60 orang," ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (4/4).

Dia menambahkan, pelaksanaan rapid tes di Labkesda untuk PDP, ODP dan tenaga kesehatan berjumlah 210 orang dengan hasil positif 13 orang. Pelaksanaan di Puskesmas untuk PDP, ODP dan tenaga kesehatan berjumlah 742 dengan hasil positif 14 orang.

"Jadi total keseluruhan dari 1.935 orang yang mengikuti rapid tes sebanyak 87 orang positif Covid-19," tegas Dadang.

Menurut Dadang, hasil positif rapid test ini belum dapat dikatakan terkonfirmasi positif Covid-19. "Selanjutnya harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab PCR untuk memastikan Terkonfirmasi Positif Covid-19 atau tidak," ucapnya.

Dadang juga mengungkapkan, korban positif Covid-19 yang meninggal bertambah menjadi delapan orang. Terkonfirmasi positif juga bertambah menjadi 62 orang dan yang sembuh 10 orang.

"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah menjadi 460 orang, selesai 68 orang dan masih dalam pengawasan sebanyak 392 orang" terangnya.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga bertambah menjadi 1.975 orang, selesai 236 orang dan masih dalam pemantuan sebanyak 1.739 orang. 

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengutarakan, penyebaran Covid-19 terus meningkat di Kota Depok. "Saya meminta kepada seluruh warga Kota Depok untuk mengikuti seluruh protokol pemerintah, diam di rumah, jaga jarak fisik dan sosial, sehingga kita dapat menghentikan penyebaran Covid-19 di Kota Depok," imbuhnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA