Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Orang tanpa Gejala Berpotensi Tularkan Covid-19

Sabtu 04 Apr 2020 17:14 WIB

Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Orang tanpa Gejala (OTG), yakni kasus positif Covid-19 tanpa keluhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan adanya kasus virus corona baru (Covid-19) tanpa keluhan disebut orang tanpa gejala (OTG). Ia menyebutkan OTG berpotensi tinggi dalam menularkan virus corona penyebab Covid-19 di masyarakat.

Baca Juga

"Kita saat ini masih tetap mewaspadai adanya penularan yang terjadi di lingkungan masyarakat yang disebabkan masih adanya kasus positif tanpa keluhan yang berada di tengah-tengah kita. Kita kenal dengan terminologi OTG, ini menjadi potensi tinggi penularan," kata Yuri dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Menurut dia, potensi OTG menyebabkan penularan virus didasarkan pada statistik masih tingginya angka penularan yang terjadi hingga hari ini. OTG ini adalah mereka yang tidak mengidap gejala COVID-19, namun ternyata positif telah tertular.

Adapun kasus positif hingga Sabtu mencapai 2.092 kasus atau naik 106 kasus dari hari Jumat yang menyentuh angka 1.986 orang. DKI Jakarta dan Jawa Barat masih menjadi provinsi yang tingkat penularannya tinggi, masing-masing tercatat 55 kasus dan 24 kasus dalam waktu 24 jam.

"Ini (OTG) menjadi potensi tinggi penularan. Di satu sisi orang tersebut tidak mengalami keluhan, di sisi yang lain banyak masyarakat yang masih belum melaksanakan ketentuan menjaga jarak. Dari hari ke hari inilah yang jadi kekhawatiran kita penularan masih terus terjadi, terus berjalan," kata dia.

Ia pun terus mengingatkan pada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan tidak pergi kemanapun. Langkah ini diyakini sebagai solusi terbaik memutus rantai penularan.

"Karena itu kami minta ini menjadi bagian kita, di samping membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dalam waktu 20 detik, mulai menghentikan kebiasaan baik yang disadari ataupun tidak seperti menyentuh wajah, mulut, hidung, mata. Ini adalah rute yang paling klasik untuk infeksi penyakit," kata dia.

Di sisi lain, angka per Sabtu menunjukkan pasien yang sembuh bertambah 16 kasus menjadi 150 orang, sementara yang meninggal bertambah 10 kasus menjadi 191 orang.

Sebelumnya pada Jumat (3/4), tercatat 1.986 kasus positif COVID-19, 181 orang meninggal dan 134 orang dinyatakan sembuh.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA