Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

123 Warga Malaysia Terjebak di Nunukan

Sabtu 04 Apr 2020 13:49 WIB

Red: Ani Nursalikah

123 Warga Malaysia Terjebak di Nunukan.

123 Warga Malaysia Terjebak di Nunukan.

Foto: Reuters
Warga Malaysia tidak bisa pulang dari Nunukan karena lockdown corona.

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Sebanyak 123 orang warga negara Malaysia terpaksa tertahan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara karena tidak ada akses masuk ke negaranya pascapenetapan lockdown. Salah seorang WN Malaysia bernama Ahmad Rizamsyah Bin Mohd Noor (28 tahun) mengaku meninggalkan negaranya sejak 7 Maret 2020 menggunakan pesawat via Bandara Juwata Tarakan menuju Makassar, Sulsel.

WN Malaysia ini berangkat ke Kabupaten Polman, Sulbar dengan tujuan menghadiri kenduri keluarga istrinya bernama Hasriani binti Tahir (24) yang menggelar pernikahan keluarganya. Ia mengaku, tiba kembali di Kabupaten Nunukan 31 Maret 2020 untuk menyeberang kembali ke Malaysia melalui Tawau Negeri Sabah.

Ahmad mengharapkan Pemerintah Malaysia memulangkannya karena selama berada di Kabupaten Nunukan mengalami kesulitan biaya hidup. Ia selama ini memperoleh biaya hidup dari bantuan pribadi kerabatnya di Tawau dan sebagian dari warga Kabupaten Nunukan.

Kemudian, WN Malaysia lainnya bernama Gideon bin Majupil mengatakan, telah berada di Kabupaten Nunukan sejak 22 Maret 2020 setelah melakukan perjalanan dari Surabaya, Jatim. Awalnya, dia ingin pulang ke negaranya melalui Kuala Lumpur. Tapi akibat Covid-19 akhirnya memilih ke Kabupaten Nunukan.

Gideon yang tinggal di Kota Kinabalu Sabah ini menyatakan, memilih ke Kabupaten Nunukan dengan harapan lebih mudah menyeberang ke Tawau. Ia berharap pula agar Pemerintah Malaysia memperhatikannya dengan dijemput di Kabupaten Nunukan.

Ia telah menghubungi Kedutaan Malaysia terkait masalah yang dihadapinya tetapi belum mendapatkan jawaban sampai sekarang. WN Malaysia yang menginap di Hotel Gita Nunukan sebanyak 22 orang termasuk tiga anak-anak serta seorang balita usia sembilan bulan.

Selebihnya, tersebar di rumah-rumah keluarganya di Kabupaten Nunukan karena kesulitan biaya hidup. "Ada kawan kami sudah dua pekan di sini (Nunukan) tapi mereka tinggal di rumah keluarganya," kata Rizamsyah.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA