Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Saat Al-kindi Terapi Pasien dengan Musik

Sabtu 04 Apr 2020 11:00 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: A.Syalaby

Al-Kindi (ilustrasi).

Al-Kindi (ilustrasi).

Foto: Etsu.edu
Ia diyakini sebagai tokoh pertama yang meletakkan dasar teori musik

REPUBLIKA.CO.ID, Islam memberikan sumbangsih signifikan dalam sejarah peradaban umat manusia. Fakta mencatat, cukup banyak buah pemikiran tokoh-tokoh Islam yang sangat mempengaruhi berkembangnya suatu disiplin ilmu. Mulai filsafat, matematika, astronomi, medis, sastra, hingga musik.

Khusus untuk bidang musik, Islam mencatatkan dua nama penting dan sangat berpengaruh, yakni Abu Yusuf Yaqub Ibn Ishaq as-Sabbah Al-Kindi dan Nasir Muhammad bin Al-Farakh Al-Farabi atau lebih dikenal dengan nama Al-Farabi. Keduanya mempunyai peranan cukup signifikan dalam mengekplorasi dan mengembangkan seni musik.   

 Al-Kindi dikenal sebagai filsuf pertama yang berasal dari kalangan Islam. Ia dilahirkan di Kufah pada tahun 801 masehi dan wafat pada 873 masehi. Selain mengerti bahasa Arab, ia juga pandai berbahasa Yunani. Tak pelak hal itu membuatnya cukup banyak menerjemahkan karya-karya filosof Yunani ke dalam bahasa Arab, seperti karya Aristoteles dan Plotinos.

Semasa hidupnya, Al-Kindi telah menulis banyak karya dalam pelbagai disiplin ilmu. Antara lain bidang metafisika, logika, matematika, astrologi, psikologi dan lainnya. Selain itu, ia memliki pengetahuan cukup luas tentang musik. Ia diyakini sebagai tokoh pertama yang meletakkan dasar teori musik, yakni ketika dirinya membicarakan dan membahas tentang konotasi kosmologikal musik.

Al-Kindi juga dikenal sebagai tokoh pertama yang memanfaatkan musik sebagai media terapi untuk menghilangkan penyakit. Pada masa itu Al-Kindi telah menyadari bahwa musik memiliki khasiat untuk memelihara kesehatan fisik, mental, emosional, serta spiritual.

Terapi musik tersebut dipraktikkan oleh Al-Kindi untuk menyembuhkan salah satu pasiennya yang menderita quadriplegia atau tetraplegia. Yakni sebuah kelumpuhan yang disebabkan oleh cedera atau penyakit yang diderita manusia dan mengakibatkan hilangnya fungsi gerak badan.

Al-Kindi diyakini memiliki 15 karya yang khusus mengulas tentang musik. Namun, dari 15 karya tersebut, hanya lima karya saja yang masih eksis. Salah satu judul kitab atau karya miliknya adalah “Musiq”. Judul kitab ini yang dipercaya menjadi cikal bakal lahirnya kata “musik”.   

sumber : Dialog Jumat
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA