Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Gejala Kena Virus Corona dan 8 Cara Cegah Penyebarannya

Sabtu 04 Apr 2020 10:53 WIB

Red: Elba Damhuri

Kenali gejala dan cara cegah virus corona

Kenali gejala dan cara cegah virus corona

Foto: Republika
Kenali gejala-gejala kena virus corona dan cara 8 mencegah penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Farah Noersativa, Reiny Dwinanda

Kasus positif corona di Inonesia terus bertambah setiap hari. Korban yang meninggal juga bertambah. Namun, pasien yang sembuh juga teru naik. 

Tindakan pencegahan menjadi sangat penting. Karena itu, mengenali gejala-gejala terpapar virus corona menjadi sangat penting.

Apa saja gejala-gejala terkena virus corona? Pemerintah Indonesia melalui laman covid19.go.id memberikan penjelasan. 

Covid-19 memiliki dua jenis gejala, yakni ringan dan berat.

Gejala awal yang dikenali terduga terjangkit Covid-19 adalah demam, batuk dan muntah, serta kesulitan bernapas. Selain itu, orang tersebut mempunyai riwayat pernah bepergian dari luar negeri, terutama dari China.

photo
Gejala dan Cara Cegah Virus Corona - (Republika)

Ketika seseorang diduga terinfeksi corona, gejala ringan yang muncul adalah batuk hingga demam. Berdasarkan panduan, bila gejala ini muncul, sebaiknya orang tersebut melakukan karantina sendiri di rumah selama 14 hari. 

BACA SELENGKAPNYA: Mengapa Isolasi Diri Harus 14 Hari?

Seseorang yang diduga menunjukkan gejala ringan virus corona tidak perlu dirawat di rumah sakit (RS). Saat dalam kondisi tersebut, masyarakat perlu memahami bahwa mereka harus menjaga jarak dan tidak keluar rumah.

Namun, apabila seseorang menunjukkan gejala berat atau cukup parah, tetaplah tenang dan tidak panik. Coba telaah riwayat bepergian atau aktivitas yang dilakukan sebelumnya.

Apabila sehabis bepergian ke negara dengan wabah corona tinggi, sebaiknya perlu waspada. Atau, bila curiga gejala tersebut mengarah pada corona, ada baiknya segera berantisipasi.

Seseorang yang mengalami gejala cukup parah dan mengarah ke corona tidak disarankan menuju fasilitas kesehatan (faskes) mana pun. Masyarakat harus menelepon 119 ekstensi 9 untuk mendapatkan panduan dengan tepat.

Masyarakat perlu ingat bahwa corona bisa menyebar di jarak dekat. Corona bisa datang dari orang yang terpapar melalui percikan saat batuk, bersin, hingga embusan napas.

Untuk itu, sangat penting bagi mereka yang sakit memakai masker. Virus juga bisa menyebar pada benda yang terpapar sebelumnya. 

Para ahli memperkirakan satu orang sakit dapat menularkan virus pada dua sampai tiga orang lainnya. Itu sebabnya, penting untuk tak melakukan kontak langsung dengan anggota keluarga terdekat. 

8 Cara Pencegahan Virus Corona

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RS Islam Banjarmasin, dr H Meldy Muzada Elfa SpPD, mengatakan, virus corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus corona menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

"Virus corona adalah virus yang memiliki amplop atau selubung yang strukturnya bisa diserang alkohol. Rusaknya selubung dianggap melumpuhkan ancaman virus ini," kata dia.

Meldy menjelaskan sejumlah cara pencegahan agar kita tidak tertular virus corona. Salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun selama 40-60 detik.

"Diharapkan bakteri di tangan dan virus (salah satunya corona) dapat menghilang tersapu air," kata Meldy.

Cara-cara lainnya untuk mencegah penularan virus corona, dokter Meldy melanjutkan, bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Di antaranya sebagai berikut.

Pertama, membatasi diri bertemu dengan orang lain. Membatasi diri sangat efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona yang mempunyai virulensi sangat cepat ini. Membatasi diri artinya banyak berdiam diri di rumah dan keluar rumah seperlunya.

Kedua, menghindari kerumunan dan tempat umum yang ramai pengunjung. Menjaga jarak 2-3 kaki dari orang lain juga dianjurkan. Pasalnya, penyebaran virus corona adalah droplet. Artinya, virus corona menyebar dari air liur ataupun cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin.

Ketiga, tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.

Keempat, mencuci tangan dengan handrub yang mengandung alkohol minimal 60 persen selama 20-30 detik atau dengan air sabun selama 40-60 detik.

Kelima, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku saat batuk maupun bersih. Lalu, buang tisu ke tempat sampah. Jika batuk dan bersin terus-menerus, sebaiknya istirahat di rumah. Jika terpaksa keluar, pakai masker.

Keenam, jaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan lingkungan meliputi membersihkan secara agresif periodik daerah-daerah yang sering bersentuhan dengan tangan antara lain gagang pintu, tombol lift, pegangan eskalator, pagar, keran air, dan toilet. Kebersihan lingkungan ibadah meliputi karpet digulung, biarkan pakai lantai saja, serta lantai dipel secara sering dan berkala.

Ketujuh, transaksi disarankan nontunai (cashless) dengan menggunakan uang elektronik, debit, ataupun kartu kredit.

Kedelapan, jalankan pola hidup bersih dan sehat. Jaga lingkungan rumah, kantor, dan sekitar agar tetap bersih. 

Bagaimana dengan hand sanitizer

Soal penggunaan hand sanitizer, dokter Meldy mengingatkan penggunaan yang berlebih berdampak kurang baik pada mukosa kulit. Dia menyarankan penyanitasi tangan atua hand sanitizer dipakai seperlunya sesuai lima momen rekomendasi WHO.

BACA JUGA: Bagaimana Virus Corona Menular dari Penderita ke Orang Lain?

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA