Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Prof Idrus Ungkapkan Cerita Pilu Perawat Kehabisan APD

Sabtu 04 Apr 2020 00:04 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas medis penanganan Covid-19 dalam balutan APD lengkap (ilustrasi)

Petugas medis penanganan Covid-19 dalam balutan APD lengkap (ilustrasi)

Foto: Antara/Septianda Perdana
Dengan suara bergetar, dia bercerita tidak ada perawat yang jaga karena APD habis.

REPUBLIKA.CO.ID, 
Suaranya Bergetar, Prof Idrus Ceritakan Pilunya Perawat Kehabisan APD

Baca Juga

 

JAKARTA -- Mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Profesor Idrus Paturusi, berhasil sembuh dari serangan virus corona alias Covid-19. Meski demikian, ia masih teringat betapa pilunya perjuangan para perawat ketika ia dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RSUH).

"Saya sangat terharu melihat bagaimana paramedis bekerja. Mereka dengan tanggung jawab penuh melayani pasien," kata Idrus dengan suara bergetar dalam rekaman video yang diunggah akun //YouTube dr. Helmiyadi SpOT, Jumat (3/4).

Lalu ia menceritakan momen yang membuat dia terharu itu. Satu malam ketika Idrus di ruang isolasi, salah seorang perawat datang menghampirinya. "Prof, mohon maaf malam ini tidak akan ada perawat yang jaga," kata Idrus mengenang ucapan perawat itu.

Sontak saja Idrus terkejut. Perawat itu pun menjelaskan alasannya karena mereka kehabisan APD. "Saya katakan, kalau ada pasien yang emergency tentu mereka membutuhkan kalian, bagaimana caranya?," tanya Idrus yang juga seorang dokter itu. "Itulah Prof, bagaimana caranya. Tentu kami sangat riskan kalau masuk tanpa APD," jawab si perawat pasrah.

Mendengar hal itu, Idrus segera menelepon koleganya, Direktur Umum di rumah sakit itu. Akhirnya pihak RSUH bergerak mencari APD malam itu dan beruntung mereka berhasil mendapatkannya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas ini mengatakan, ketersediaan APD adalah masalah yang harus diperhatikan semua pihak. Terlebih jika jumlah pasien Covid-19 di Indonesia melonjak drastis dalam beberapa waktu ke depan. "Rumah sakit harus antisipasi, tenaga yang akan melayani harus diantisipasi, fasilitas-fasilitas harus diantisipasi, semua harus kita jaga," ucapnya.

Minimnya persediaan APD sudah berlangsung sejak kasus Covid-19 mewabah di Indonesia. Bahkan sempat beredar foto di mana paramedis terpaksa menggunakan jas hujan karena kehabisan APD. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga sudah menyatakan bahwa ketersediaan APD yang minim sangat membahayakan nyawa tenaga kesehatan.

Pada Ahad (22/3), Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melaporkan enam dokter yang memiliki tugas berkaitan dengan Covid-19 di Indonesia meninggal dunia. Lima orang dokter di antaranya diduga meninggal dunia akibat terjangkit virus corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Jakarta, Jumat (3/4), mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan lebih dari 300 ribu unit APD ke rumah sakit di seluruh Tanah Air. Daerah Khusus Ibu kota Jakarta jadi provinsi yang menerima bantuan tambahan APD terbanyak. Lalu disusul oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Banten, dan wilayah luar pulau Jawa.

Total kasus Covid-19 hingga Jumat (3/4), berdasarkan data pemerintah, telah mencapai 1.986. Sebanyak 181 orang di antaranya meninggal dunia. Bila dihitung, rasio kematiannya adalah 9,11 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA