Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Sebagian Pasien Corona Hanya Rasakan Gangguan Pencernaan

Sabtu 04 Apr 2020 04:05 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Gangguan pencernaan. Sebagian kecil pasien infeksi virus corona, Covid-19, hanya menunjukkan gejala gastrointestinal atau gangguan pencernaan, seperti diare dan keram perut.

Gangguan pencernaan. Sebagian kecil pasien infeksi virus corona, Covid-19, hanya menunjukkan gejala gastrointestinal atau gangguan pencernaan, seperti diare dan keram perut.

Foto: pixabay
Gangguan pencernaan yang mungkin dirasakan pasien corona ialah diare dan keram perut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang berpikir bahwa gejala infeksi virus corona ialah demam, batuk, dan sesak napas. Tetapi, penelitian di China, belum lama ini mengungkapkan, sebagian kecil pasien Covid-19 hanya menunjukkan gejala gastrointestinal atau gangguan pencernaan, seperti diare dan keram perut.

Ada sekitar seperempat pasien dalam studi baru ini yang menunjukkan diare dan gejala pencernaan lainnya. Ini menjadi satu-satunya gejala Covid-19 ringan. Alhasil, pasien tersebut mendapat perawatan medis lebih lambat daripada mereka yang memiliki gejala pernapasan. Kegagalan untuk mengenali pasien-pasien ini lebih awal pun dianggap menjadi penyebab penyebaran virus yang tanpa disadari.

Baca Juga

"Mereka dengan gejala itu ada di antara pasien rawat jalan dengan penyakit ringan, yang tetap tidak terdiagnosis dan tidak menyadari potensi mereka untuk menulari orang lain," kata tim dari Union Hospital dan Tongji Medical College di Wuhan, China, pusat asli pandemi coronavirus, dikutip laman Health24.

photo
Gejala Covid-19 - (Republika)

Penelitian itu menyoroti keberadaan dan fitur dari subkelompok penting pasien Covid-19. Peneliti mengakui hasil studi ini memang harus dikonfirmasi lebih lanjut dalam studi internasional yang lebih besar.

Namun, mulai sekarang, peneliti akan mempelajari spektrum gejala yang bervariasi untuk pasien Covid-19. Dr Robert Glatter, seorang dokter gawat darurat di Lenox Hill Hospital di New York City menjelaskan, peneliti sekarang menyadari bahwa gejala gastrointestinal mungkin merupakan tanda awal corona, bahkan tanpa batuk, demam, atau kesulitan bernapas.

"Kabar baiknya adalah bahwa sebagian besar pasien dengan gejala gastrointestinal biasanya memiliki penyakit Covid-19 yang ringan," katanya.

Dalam studi baru, tim peneliti melacak data dari 206 pasien dengan Covid-19 ringan. Hampir seperempat (48 orang) memiliki gejala pencernaan saja, 69 menunjukkan gejala pencernaan dan pernapasan, dan 89 hanya memiliki gejala pernapasan.

Dari pasien dengan gejala pencernaan, 67 di antaranya mengalami diare. Sekitar satu dari lima orang mengalami diare sebagai gejala pertama. Diare berlangsung antara satu hingga 14 hari dengan durasi rata-rata lebih dari lima hari dan frekuensi sekitar empat buang air besar sehari.

Sekitar sepertiga dari pasien dengan gejala pencernaan tidak mengalami demam. Pasien dengan gejala pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai dirawat daripada mereka yang memiliki gejala pernapasan (16 hari dibandingkan 11 hari).

Studi baru juga menemukan bahwa pasien dengan gejala pencernaan memiliki waktu total yang lebih lama antara awal gejala sampai bersih dari virus. Mereka lebih mungkin untuk memiliki virus dalam kotoran mereka (sebanyak 73 persen berbanding 14 persen) dan sakit lebih lama daripada pasien dengan gejala pernapasan.

Studi yang dipublikasikan secara daring di American Journal of Gastroenterology itu kini dianggap sangat penting. Dr Brennan Spiegel, co-editor-in-chief jurnal tersebut menyebutkan bahwa penelitian itu sangat vital karena mewakili 80 persen atau lebih pasien yang tidak memiliki penyakit parah atau kritis.

Ini adalah tentang skenario yang lebih umum dari orang-orang di masyarakat yang berjuang untuk mencari tahu apakah mereka mungkin memiliki Covid-19 karena diare, mual, atau muntah yang baru timbul.

"Sangat penting untuk mengenali aspek kunci dari bagaimana penyakit ini muncul, karena ini dapat memicu kebutuhan untuk karantina mandiri," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA