Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Upaya Tafsir Awal Surat Seperti Yasin hingga Alif Lam Mim

Jumat 03 Apr 2020 20:22 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Terdapat huruf awalan pembuka surat Alquran yang misterius. Membaca Alquran (ilustrasi)

Terdapat huruf awalan pembuka surat Alquran yang misterius. Membaca Alquran (ilustrasi)

Foto: Muhammad Rizki Triyana (Republika TV)
Terdapat huruf awalan pembuka surat Alquran yang misterius.

REPUBLIKA.CO.ID, Alif lam mim, Haa mim, Yaa sin, Shad, Qaf, Nun, Alif lam ra, Thaha, dan Tha Sin mim adalah beberapa contoh pembuka ayat dan surat yang dimulai dengan huruf hijaiyah. Apa makna dari ayat-ayat yang dikenal dengan nama fawatih al-suwar (pembuka surat) tersebut?

Baca Juga

Dalam terjemahan Alquran versi Departemen Agama, ayat-ayat fawatih al-suwar itu hanya dimaknai dengan Hanya Allah yang tahu artinya. Tak ada yang 'berani' menerjemahkannya dengan maksud lain. 

Sebab, mereka khawatir maknanya tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh Alquran. Selain itu, dalam kaidah bahasa Arab, juga tidak ditemukan padanan (persamaan) dari kata-kata tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan banyak ulama mengembalikan maksud dari ayat tersebut kepada Sang Pencipta Kalam itu. Tentu saja, lebih baik demikian daripada diterjemahkan atau dimaknai dengan kalimat lain yang dikhawatirkan akan mencederai keagungan dan kemurniaan Alquran.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para ahli tafsir. Kendati memiliki keilmuan yang lebih spesifik dalam bidang ilmu Alquran, mayoritas ahli tafsir sebagian besar juga mengembalikan maksud ayat tersebut pada Penciptanya.

Namun demikian, tak semua ahli tafsir membiarkan kata-kata atau ayat fawatih al-suwar tersebut tanpa makna atau hanya Allahu A'lam (hanya Allah yang Mengetahui), sebagian di antaranya berusaha menafsirkan maksud dan kandungannya.

Menurut Abah Salma Alif Sampayya, dalam bukunya Keseimbangan Matematika dalam Alquran, terjemahan ayat-ayat pembuka dengan mengembalikan maksudnya kepada Allah SWT sangat kurang tepat.

Sebab, Alquran adalah kitab yang diturunkan Allah kepada manusia untuk dijadikan pedoman hidup dan petunjuk sehingga mustahil bagi Allah menurunkan ayat-ayat-Nya bila maknanya hanya untuk Allah semata.

Namun demikian, Sampayya menegaskan, ayat-ayat pembuka itu merupakan cara Allah SWT mengajak umat manusia untuk menggunakan akal pikirannya agar senantiasa mempelajari Alquran dan ayat-ayat kauniyyah-Nya yang ada di alam semesta ini.

Di kalangan peneliti Barat, keberadaan ayat-ayat fawatih al-suwar (pembuka-pembuka surat) atau awail al-suwar (permulaan surat) atau al-huruf al-muqatta' (huruf-huruf terpotong atau terpisah) ini disebut dengan nama 'huruf-huruf misterius'. 

Kemisteriusannya terlihat dari makna ayatnya yang tidak mudah untuk diterjemahkan atau ditafsirkan. Karena itu, Sampayya menyatakan, keberadaan ayat-ayat pembuka surat itu merupakan pembeda dan keistimewaan Alquran dengan kitab suci lainnya.

Imam al-Suyuti, pengarang kitab Al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an, menyatakan, ''Menurut Ibnu Abbas RA, huruf-huruf pembuka surat itu merupakan singkatan dari nama-nama Allah SWT (asma' al-husna).'' Misalnya, Alif lam mim adalah singkatan dari Allah Lathif Majid. Kemudian, Alif lam mim ra adalah singkatan dari Ana Allahu A'lam wa Ara. Lalu, Alif lam mim shad adalah Allah, al-Rahman, al-Shamad.

Sedangkan, Ha mim singkatan dari Al-Rahman. Alif lam ra adalah Al-Rahman Al-Rahim, Ha mim ain sin qaf adalah Al-Rahman Al-Alim, Al-Quddus Al-Qahir. Tha sin mim adalah Dzuu Al-Thawl dan Kaf ha ya ain shad adalah Kafi, Hadi, Amin, Aziz, Shadiq.

Adapun huruf nun adalah Nur, huruf qaf berarti Qadir atau Qahir, dan shad adalah shadaqallah. Sedangkan, Yaa sin dimaknai dengan Ya Sayyid al-Mursalin.

Beberapa pendapat lain menyatakan, keberadaan huruf-huruf tersebut merujuk pada nama-nama nabi (misalnya, Thaha, Haa mim, dan Yaa sin), nama gunung (Kaf ha ya ain sin qaf)

Selain itu, ada pula yang berpendapat, keberadaan huruf-huruf pembuka ini sebagai media untuk membangkitkan perhatian nabi kepada wahyu Ilahi yang akan disampaikan Jibril untuk membuat orang-orang terpesona yang mendengarnya serta menjadi pemisah antara yang satu dan yang lain.

Namun, dari semua pendapat yang beredar, penafsiran yang paling dianggap mewakili dan sedikitnya bisa diterima oleh kalangan umat Islam, dalam beberapa terjemahan Alquran, diartikan bahwa huruf-huruf tersebut masuk dalam kategori ayat-ayat mutasyabihat yang memiliki makna ''hanya Allah yang tahu".

Dalam Alquran, terdapat 30 ayat dalam 29 surat yang diawali dengan ayat-ayat Fawatih al-Suwar tersebut. Di antaranya adalah surat Al Baqarah, Ali Imran, Al-A'raf, Yunus, Hud, Yusuf, Maryam, Ibrahim, An-naml, As Sajdah, Ar Rum, Al-Ahqaf, dan sebagainya.

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA