Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Lazada Hentikan Penjualan Sementara di Negara Ini

Sabtu 04 Apr 2020 01:15 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Kewalahan Penuhi Permintaan Pangan Online, Lazada Hentikan Penjualan Sementara di Negara . . . .. (FOTO: Lazada Indonesia)

Kewalahan Penuhi Permintaan Pangan Online, Lazada Hentikan Penjualan Sementara di Negara . . . .. (FOTO: Lazada Indonesia)

Lazada Kewalahan Penuhi Permintaan Pangan Online

Warta Ekonomi.co.id, Bogor -- Pemerintah Singapura mendesak para warganya untuk lebih memilih berbelanja secara daring daripada harus datang ke toko swalayan.

Namun, hal itu akan menjadi sulit karena salah satu pemain raksasa di pasar belanja daring Singapura menghentikan pesanan grosir secara sementara karena lonjakan pesanan di tengah wabah corona. Pemain itu adalah anak usaha Alibaba, Lazada.

"Redmart sebagai bagian dari Lazada, tak akan menerima pesanan baru sampai itu dibuka kembali pada Sabtu (4/4/2020)," kata perusahaan, dikutip dari Bloomberg, Kamis (2/4/2020).

Baca Juga: Amerika Sebut China Palsukan Data Kasus Corona, Kemenlu China Beri Kritik Pedas Kayak Gini!!

Dalam kurun waktu itu, Redmart akan membuat perubahan terhadap stok produknya. Kabarnya, mereka akan memprioritaskan kebutuhan sehari-hari, seperti: beras, tepung, dan telur.

Perusahaan menambahkan, "itu dilakukan demi memenuhi pesanan yang ada."

Redmart sendiri merupakan toko yang menjual bahan makanan seperti Amazon.com. Sejumlah perusahaan serupa tengah dihadapkan dengan kesulitan ekonomi di Negeri Singa dan lonjakan permintaan bahan pangan.

Karena itu, perusahaan-perusahaan itu perlu menghadapi situasi baru di mana permintaan terhadap barang-barang penting melebihi kapasitas operasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA