Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

FIFA: Sepak Bola Akan Berbeda Usai Pandemi Covid-19

Jumat 03 Apr 2020 18:36 WIB

Rep: reja irfa widodo/ Red: Muhammad Akbar

Gianni Infantino

Gianni Infantino

Foto: EPA/Walter Bieri
Akibat Pandemi Covid-19, aktivitas sepak bola secara global nyaris berhenti total.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, menyakini, dunia sepak bola tidak akan lagi sama pasca pandemi Covid-19. Menurutnya, dunia sepak bola secara umum akan lebih inklusif dan lebih baik dalam mengusung nilai-nilai kemanusiaan begitu pandemi Covid-19 berakhir.

Akibat Pandemi Covid-19, aktivitas sepak bola secara global nyaris berhenti total. Sejumlah agenda turnamen-turnamen internasional terpaksa ditunda, dan kompetisi-kompetisi, baik domestik ataupun kontinental, harus ditangguhkan sementara.

Tidak hanya itu, dampak lanjutan pandemi Covid-19 begitu terasa terhadap keuangan klub-klub. Ancaman pemecatan pegawai non-olahraga ditambah kebangkrutan membayangi klub-klub akibat kehilangan sebagian besar pemasukan mereka. Gerakan solidaritas pun dilakukan para pemain dan staff pelatih, dengan menerima pemangkasan gaji, demi bisa membantu keuangan klub.

Di titik ini, Infantino menilai, begitu Pandemi Covid-19 berakhir dan aktivitas sepak bola secara umum telah kembali normal, wajah sepak bola akan benar-benar berubah. Sepak bola, kata Infantino, akan lebih inklusif dan terbuka bagi siapa saja.

''Ada satu pelajaran yang bisa kita ambil. Sepak bola pasca pandemi ini akan benar-benar berbeda. Sepak bola akan inklusif, lebih mengedepankan aspek sosial, dan tidak lagi arogan. Kami akan lebih baik, lebih manusiawi, dan lebih memahami nilai-nilai yang penting'' kata Infantino kepada Kantor Berita Italia, ANSA, Jumat (3/4) WIB.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sports, Infantino menyebut, penghentian sementara aktivitas sepak bola akibat Pandemi Covid-19 sebenarnya dapat menjadi momentum dan kesempatan untuk badan otoritas melakukan reformasi sistem dan industri sepak bola.

Selama ini, kritik yang paling tajam terhadap dunia sepak bola adalah padatnya jadwal yang dinilai membebani pemain. Selain itu, tidak adanya keadilan distribusi pemasukan. Sumber daya finansial di industri sepak bola dianggap hanya dikuasai segelintir klub, terutama klub-klub besar.

Infantino pun sempat mengusulkan adanya perubahan dalam pengaturan jadwal kompetisi. ''Mungkin akan ada lebih sedikit turnamen, tapi lebih menarik. Mungkin ada sedikit jumlah pemain dalam skuat, tapi lebih seimbang. Lebih sedikit jumlah laga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pemain,'' tutur mantan Sekretaris Jenderal UEFA tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA