Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Polisi Rusia Tahan Aktivis Pengirim APD ke Rumah Sakit

Sabtu 04 Apr 2020 05:06 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Perawat mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD), ilustrasi

Perawat mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD), ilustrasi

Foto: Abdan Syakura
Aktivis Rusia yang mengirim APD ditahan karena dituduh langgar perintah polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Polisi Rusia menahan aktivis yang mencoba mengirimkan alat pelindung diri (APD) ke rumah sakit. Setelah wabah virus corona di Rusia terus meningkat, banyak laporan tentang kelangkaan masker dan pakaian hazmat.

Anggota serikat Alliance of Doctors yang didukung politisi oposisi Alexei Navalny menggelar penggalangan dana pekan ini. Dana itu digunakan membeli APD untuk rumah sakit yang membutuhkan.

Pada Kamis (2/4), ketua Alliance of Doctors Anastasia Vasilyeva dan sekelompok aktivis mengunjungi rumah sakit di wilayah Novgorod, sekitar 400 kilometer dari Moskow. Mereka menyerahkan masker, sarung tangan, pakaian hazmat, dan kaca mata pelindung.

Polisi memberhentikan kelompok itu di jalan tol dan mengenakan denda karena melanggar peraturan karantina wilayah. Kelompok tersebut berhasil sampai ke rumah sakit dan menyerahkan APD.

Namun kemudian Vasilyeva ditahan lagi karena melanggar perintah polisi. Para aktivis mengunggah video penangkapan tersebut di Twitter. Dalam rekaman itu terlihat lusinan polisi mengepung Vasilyeva dan dua orang petugas polisi membawanya ke kantor polisi.

"Mengapa mereka mengganggu orang ini, karena ia membawa masker untuk dokter?," cicit Navalny dalam unggahan video tersebut, Jumat (3/4).

Pada Jumat pagi Vasilyeva masih ditahan di kantor polisi wilayah Novgorod. Sejauh ini Rusia sudah melaporkan 4.149 kasus virus corona.

Walaupun pemerintah Rusia memastikan sistem kesehatan mereka sepenuhnya siap menghadapi epidemi, tapi dokter-dokter dan rumah sakit di seluruh negeri itu terus mengeluh tentang kelangkaan peralatan medis dan alat pelindung diri. Alliance of Doctors kelompok yang paling vokal mengkritik respons Kremlin atas pandemi virus corona. Mereka menuduh pemerintah Rusia meremehkan skala penyebaran dan menekan petugas medis bekerja tanpa pelindung yang cukup. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA