Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Rumah Sakit Medis di AS Bersiap Hadapi Tuntutan Hukum

Jumat 03 Apr 2020 14:43 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Evakuasi pasien terpapar virus corona di Amerika Serikat

Evakuasi pasien terpapar virus corona di Amerika Serikat

Foto: VOA
Tenaga medis AS mungkin dihadapkan pada pilihan keputusan memprioritaskan pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Rumah sakit dan para dokter di Amerika Serikat (AS) dilaporkan harus bersiap menghadapi tuntutan hidup, di tengah langkah yang dilakukan saat pandemi covid-19. Di tengah situasi yang semakin memburuk, dengan lonjakan kasus infeksi di negara itu terjadi, fasilitas dan tenaga medis harus membuat keputusan untuk memprioritaskan pasien.

Tanpa standar nasional untuk perawatan triase, sejumlah pengacara mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka sudah memberikan saran kepada penyedia layanan kesehatan yang kewalahan dan harus memilih pasien yang diselamatkan terlebih dahulu. Nick Oberheiden, seorang pengacara di bidang hukum kesehatan mengatakan harus ada kebijakan tertulis yang jelas.

“Kuncinya, menurut saya adalah memiliki kebijakan tertulis yang jelas, yang tidak membeda-bedakan atau memilih jenis pasien tertentu berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, atau kriteria tersangka melanggar hukum,” ujar Oberheiden dilansir New York Post, Kamis (3/3).

Dengan kekurangan perlengkapan medis, seperti ventilator secara nasional, kemudian perkiraan hingga 240 ribu orang di AS bisa meninggal akibat wabah covid-19, penyedia layanan kesehatan harus mendokumentasikan semua keputusan ketika menjatah persediaan dan perawatan. Usia pasien dinilai tidak seharusnya menjadi satu-satunya kriteria prioritas penanganan medis dilakukan, meski mereka yang berusia lanjut lebih mungkin meninggal akibat infeksi virus corona jenis baru.

Pakar kesehatan dilaporkan menyarankan penyedia layanan kesehatan untuk mengembangkan kebijakan untuk penggunaan ventilator. Ini membuat berbagai protokol tergantung pada negara bagian atau bahkan rumah sakit.

Kurangnya ventilator berpotensi menimbulkan tuduhan kelalaian. Meski demikian, para ahli mengatakan bahwa itu akan menjadi argumen yang sulit dibuat selama pandemi terjadi.

“Saya berharap rumah sakit berpendapat bahwa kewajiban mereka adalah memastikan mereka memiliki peralatan yang memadai di masa-masa biasa, bukan di masa pandemi,” jelas I. Glenn Cohen, pakar bioetika di Harvard Law School.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA