Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Dedikasi Tim DUSP IPB University Cegah Covid-19

Jumat 03 Apr 2020 14:24 WIB

Red: Irwan Kelana

Tim dari Direktorat Umum  Sarana dan Prasarana (DUSP) IPB University.

Tim dari Direktorat Umum Sarana dan Prasarana (DUSP) IPB University.

Foto: Dok IPB
Mereka terus bekerja di tengah merebaknya virus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tim dari Direktorat Umum  Sarana dan Prasarana (DUSP) IPB University giat menjalankan tugas untuk mencegah penularan Covid-19. Mereka terus bekerja di tengah merebaknya virus Covid-19 untuk membersihkan sarana dan prasarana agar lingkungan di IPB University bersih dari Covid 19.

Direktur Umum, Sarana dan Prasarana IPB University, Bambang Kuntadi  SP, MM mengatakan DUSP dan tim selalu berusaha memberikan dedikasi yang tinggi dan ikhlas untuk terus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Tim DUSP yang terdiri dari empat subdirektorat secara bersama bahu-membahu dalam menangani kebersihan, listrik, air, penanganan musibah, serta memastikan fungsi-fungsi sarana dan prasarana di IPB University dapat berjalan dengan baik.

“Kami sangat yakin, dengan menjalankan amanah ini, menjadi bentuk perjuangan di tengah merebaknya virus Covid-19 di Indonesia. Ini adalah kontribusi yang bisa kami berikan bagi Indonesia pada umumnya dan untuk IPB University pada khususnya. Dalam melakukan pekerjaan ini, bukan hanya sekedar menggugurkan tugas, tetapi kami merasa bahwa apa yang kami lakukan merupakan bentuk tanggung jawab dan dedikasi kami sebagai unit kerja yang memberikan pelayanan langsung. Sehingga memerlukan kehadiran fisik di lapang seperti produksi  air, pemeliharaan jaringan listrik, kebersihan, pelayanan musibah bahkan penyemprotan disinfektan di seluruh unit kerja agar penyebaran Covid-19 di lingkungan IPB University dapat ditekan," ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Bambang juga menekankan agar dalam menjalankan tugasnya, Tim DUSP  tetap berpegang pada prosedur kerja yang dianjurkan oleh pemerintah. Seperti menjaga jarak kerja minimal satu meter, tidak berkerumun, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap bagi petugas yang akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan, selalu mencuci tangan sehabis menyelesaikan pekerjaan, serta menggunakan hand sanitizer.

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk perlindungan diri dan mencegah risiko terjangkit Covid-19. Melalui musibah ini semoga kita bisa lebih dapat meningkatkan kepedulian kita untuk sesama, meningkatkan kecintaan kita kepada tanah air, mengeratkan tali persaudaraan kita sesama anak bangsa dan yang paling utama meningkatkan keimanan kita kepada Tuhan yang Mahaesa,” imbuhnya.

Bambang juga menghimbau agar warga IPB University, baik tenaga pengajar, tenaga kependidikan dan mahasiswa, untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi negara ini baik kontribusi finansial, pemikiran dan tenaga. Untuk rekan-rekan dosen dan peneliti, akan sangat baik apabila terus menjaga produktivitas dengan pemikiran-pemikirannya sehingga mampu menyumbangkan solusi dalam mengatasi Covid-19 di Indonesia, meskipus harus bekerja di rumah.

"Bagi rekan-rekan yang memiliki kelebihan secara finansial, mari kita sama-sama bersedekah melalui kantong-kantong donasi untuk membantu masyarakat bawah yang saat ini sedang berjuang keras menghidupi keluarganya. Saatnya kita untuk saling membantu sesama anak bangsa. Bagi rekan-rekan yang memberikan kontribusi tenaga, tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan pastikan kita sudah dalam keadaan bersih ketika sampai di rumah sebelum bercengkerama dan berkumpul dengan anggota keluarga masing-masing," imbuhnya.

Bagi warga IPB University yang tidak bisa berkontribusi secara financial dan tenaga, ia mengajak untuk  mematuhi seruan pemerintah untuk disiplin dalam menjalankan physical distancing (menjaga jarak).

“Saya yakin bahwa Indonesia dapat keluar dari musibah ini. Ini saatnya kita saling bahu menjaga Indonesia pada umumnya dan IPB University pada khususnya untuk tetap menjalankan kegiatan atau pekerjaan dari rumah (Work From Home) meskipun fisik tidak dapat bertemu. Menurut saya ada dua syarat yang harus dilakukan agar hal tersebut tercapai. Yaitu, berkontibusilah semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan keahlian kita masing-masing dan rajin-rajinlah untuk memohon kepada Allah SWT agar selalu memberikan ridha dan karunia-Nya.  Sehingga,  Indonesia dapat mengatasi musibah ini dan roda kehidupan dapat berjalan seperti sedia kala. Aamiin,” tandasnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA