Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Aa Gym Ajak Masyarakat Muliakan Jenazah Pasien Covid-19

Jumat 03 Apr 2020 12:17 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Aa Gym Ajak Masyarakat Muliakan Jenazah Pasien Covid-19. Foto: KH Abdullah Gymnastiar

Aa Gym Ajak Masyarakat Muliakan Jenazah Pasien Covid-19. Foto: KH Abdullah Gymnastiar

Foto: dok. Istimewa
Jenazah pasien corona diurus sesuai protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ustadz asal Bandung, KH Abdullah Gymnastiar mengimbau masyarakat tidak memberi stigma kepada jenazah COVID-19, terutama dalam prosesi pemakaman. Menurutnya, selama perlakuan jenazah dan pemakaman sesuai protokol kesehatan dan syariat, diyakini semua proses pemakaman aman.

"Kalau prosedur pengelolaan jenazah itu sudah standar dengan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan juga sesuai dengan standar syariat islam, itu benar-benar sudah aman," ujar Aa Gym. sapaan Abdullah Gymnastiar, Jumat (3/4).

Baca Juga

Aa Gym mengatakan, ia sudah berkonsultasi dengan dokter yang menangani pasien positif COVID-19 soal keamanan pemakaman jenazah COVID-19. Menurut informasi yang ia rangkum, jenazah yang diperlakukan sesuai protokol kesehatan dengan benar dan tepat, tidak akan menimbulkan persoalan.

"Jadi, sebetulnya tidak ada alasan bagi kita semua masyarakat untuk menolak dikuburkannya jenazah yang wafat karena COVID(-19) ini sepanjang sudah sesuai dengan prosedur protokol pengelolaan jenazah, baik secara syariat maupun standar kesehatan," paparnya.

 
fnMw8rlitF0

Penghormatan kepada jenazah sangat dianjurkan. Sebab, kata Aa Gym, mengurus jenazah dengan baik hukumnya wajib bagi umat islam. Pengurusan jenazah pun sudah diatur dalam syariat islam. Mulai dari cara memandikan, mengkafani, sampai menguburkan.

"Ketika wafat dimandikannya saja harus dengan lemah lembut, dibersihkan dari segala kotoran, diwudukan, dikafani, ini pada umumnya, ya, saking derajat manusia itu dimuliakan walaupun sudah wafat," katanya.

Oleh karena itu, Aa Gym mengaku prihatin manakala mendengar terjadi penolakan pemakaman jenazah COVID-19 di sejumlah daerah. Penolakan, kata ia, timbul karena ketidaktahuan atau minimnya informasi yang diterima masyarakat soal COVID-19, khususnya protokol pemulasaran jenazah COVID-19.

Sebagai langkah antisipatif, Aa Gym mengajak semua pihak untuk gencar mengedukasi masyarakat terkait protokol pemulasaran jenazah COVID-19, supaya kejadian serupa tidak terulang.

"Bisa dibayangkan pedihnya keluarga, sudah wafat tidak bisa dekat, tidak bisa mengurus jenazah dengan baik, lalu masyarakat bersikap seperti ini," katanya.

Jadi, kata dia, memang sebaiknya lebih agresif dalam memberikan sosialisasi. Sehingga tidak terulang lagi peristiwa seperti ini (penolakan pemakaman jenazah COVID-19).

Solusi terbaik saat ini, kata dia, adalah semua pihak, tidak saling tunggu dan saling menyalahkan, ikut mengedukasi masyarakat sesuai dengan peran, kemampuan, dan caranya masing-masing.

"Terima jenazah yang sudah diproses dengan prosedur kedokteran yang benar, prosedur medis yang benar, prosedur agama. Kita harus menerima dan memuliakan jenazah. Jangan takut," kata Aa Gym. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA