Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Putin Perpanjang Masa Lockdown

Jumat 03 Apr 2020 09:52 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Putin Perpanjang Masa Lockdown. Presiden Rusia Vladimir Putin mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Moskow, Kamis (26/3).

Putin Perpanjang Masa Lockdown. Presiden Rusia Vladimir Putin mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Moskow, Kamis (26/3).

Foto: Alexei Druzhinin, Sputnik, Kremlin Pool Photo
Warga Moskow telah diminta tidak keluar rumah sejak Senin.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin memperpanjang masa karantina hingga 30 April, untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19. Putin mengumumkan periode lockdown pada Kamis, dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi pemerintah.

"Ancaman itu masih ada. Puncak pandemi di dunia belum berlalu, termasuk di negara kita," ujar Putin, dilansir Aljazirah, Jumat (3/4).

Sebelumnya, Putin mengumumkan agar warganya tidak pergi bekerja selama seminggu. Namun, kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Rusia melonjak menjadi 3.548 dengan 30 kematian.

Warga Moskow telah diminta tidak keluar rumah sejak Senin. Mereka hanya diizinkan keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan penting, keadaan darurat medis, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan, dan membuang sampah. Selain itu, Rusia telah menutup perbatasan dan menghentikan semua penerbangan internasional.

Dalam pidatonya, Putin mengatakan kebijakan pemerintah mencegah Covid-19 telah efektif melindungi generasi tua dan mencegah penyebaran ke anak-anak. Rusia telah menyisihkan anggaran sebesar 18 miliar dolar AS untuk memerangi pandemi Covid-19.

Pemerintah sedang menyusun langkah mendukung ekonomi regional serta usaha kecil. Selain itu, parlemen juga menyetujui rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah menyatakan keadaan darurat di seluruh negeri.

Juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov mengatakan, Putin memilih mengerjakan sebagain besar tugasnya dari jarak jauh. Namun, pekan lalu Putin berkunjung ke sebuah rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Setelah kunjungan Putin, kepala rumah sakit tersebut menjalani tes dan dinyatakan positif Covid-19. Hal ini memicu spekulasi Putin kemungkinan juga terinfeksi Covid-19. Peskov menyatakan Putin dalam keadaan sehat.

"Semuanya baik-baik saja dan kami semua melakukan tindakan pencegahan," ujar Peskov.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA