Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Hadapi Corona, Palestina Dapat Dana 5,8 Juta Dolar AS

Jumat 03 Apr 2020 09:05 WIB

Red: A.Syalaby

Petugas sebuah barbershop di Kota Nablus Tepi Barat Palestina mengenakan masker dan perlengkapan lain saat mencukur, Ahad (22/3). Pemerintah palestina memerintahkan karantina mandiri selama 14 hari mengantisipasi penyebaran virus corona. Palestina mengkonfirmasn 58 kasus  positif Corona di wilayahnya.

Petugas sebuah barbershop di Kota Nablus Tepi Barat Palestina mengenakan masker dan perlengkapan lain saat mencukur, Ahad (22/3). Pemerintah palestina memerintahkan karantina mandiri selama 14 hari mengantisipasi penyebaran virus corona. Palestina mengkonfirmasn 58 kasus positif Corona di wilayahnya.

Foto: ALAA BADARNEH/EPA-EFE
Dana ini akan digunakan untuk memperlambat dan membatasi penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Bank Dunia akhirnya menyetujui bantuan dana darurat operasional senilai  5,8 juta dolar AS untuk membantu warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Adanya kucuran dana tersebut diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan kesehatan rakyat Palestina melawan pandemi Covid-19. 

The Jerussalem Post melaporkan, dana ini akan digunakan untuk memperlambat dan membatasi penyebaran Covid-19. Selain itu, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki pelayanan medis dan manajemen operasional untuk melayani mereka yang terinfeksi virus mematikan itu. 

Proyek ini juga akan diimplementasikan melalui prosedur jalur cepat untuk membantu identifikasi awal dan sistem pelaporan yang layak terhadap jumlah kasus terinfeksi — sebagaimana mitigasi dan manajemen risiko kesehatan. 

photo
Seorang polisi Palestina mengatur lalu lintas saat penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 di kota Gaza, Senin (30/3). Menurut media setempat, sembilan dari total 97 kasus virus Corona (per 29 Maret 2020) di wilayah Palestina telah dikonfirmasi di jalur Gaza - (EPA)

Dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung pengadaan peralatan yang penting, laboratorium dan sistem diagnosa. Termasuk diantaranya ventilator, PCR (Polymerase Chain Reaction), mesin dan alat-alat pengujian. 

Proyek ini tidak hanya untuk mendukung sistem pertahanan terhadap epidemi. Namun juga memperkuat sistem kesehatan rakyat Palestina dalam menghadapi virus. Termasuk dalam pengadaan alat-alat karantina. 

Pendanaan baru ini merupakan kelanjutan dari realokasi anggaran senilai 800 ribu dolar AS yang disetujui Bank Dunia pada 6 Maret 2020 lalu. Program ini dilakukan untuk membantu Kementerian Kesehatan Palestina dalam memperkuat sistem pertahanan kesehatan.  Tujuannya untuk membantu kebutuhan kesehatan dan menahan laju penyebaran virus. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA