Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Dampak Corona, Anggaran Belanja Pemain Tottenham Dipangkas

Jumat 03 Apr 2020 08:03 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho.

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho.

Foto: Tess Derry/PA via AP
Pemangkasan anggaran ini tak lepas dari dampak pandemi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho akan mengalami pemangkasan anggaran belanja pemain pada jendela transfer musim panas nanti. Pemangkasan anggaran ini tak lepas dari dampak pandemi virus corona (covid-19) yang menyebabkan kondisi finansial klub mengalami kesulitan.

Sebelumnya, Spurs juga telah memangkas gaji 550 staf sebanyak 20 persen pada awal pekan ini. Terbaru, The Daily Mail melaporkan seperti dilansir dari Sportsmole, Jumat (3/4), kurangnya pendapatan selama krisis global akibat pandemi ini memaksa Spurs untuk mengorbankan sebagian dari anggaran belanja pemain asuhan Jose Mourinho.

Laporan itu juga mengklaim bahwa Lilywhites akan berjuang untuk mengamankan kesepakatan hak penamaan yang menguntungkan untuk stadion baru karena wabah virus, yang mulanya ditaksir lebih dari 300 juta poundsterling. Semantara itu, skuat Mourinho hanya bisa menunggu masa penundaan ini berakhir. Liga Primer Inggris telah dihentikan sementara setidaknya hingga 30 April mendatang.

Namun melihat situasi yang tak membaik kemungkinan besar penundaan akan diperpanjang. Pakar keuangan sepak bola, Rob Wilson, melihat potensi klub-klub Liga Inggris kehilangan pendapatan 1 miliar poundsterling jika musim ini dibatalkan. Ia juga memperingatkan ancaman krisis keuangan serta masalah kelanjutan kontrak pemain jika kompetisi musim ini dibatalkan.

"Gagal menyelesaikan musim ini akan meninggalkan klub pada tahap pembicaraan krisis," kata Wilson kepada kantor berita PA, dilansir dari Fourfourtwo, Selasa (31/3).

Hampir semua klub mengalami tekanan luar biasa dengan berkurangnya pendapat besarnya dari hak siar. Klub kini kebingungan ketika tak ada uang yang masuk sehingga bisa mengkalkulasi ulang tentang masa depan klub. "Mereka harus selalu merencanakan kemungkinan, tidak harus menjadi pandemi kesehatan global, tetapi tentu saja kemunduran dalam perdagangan," jelas Wilson.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA