Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Operasional Kereta Api Sriwijaya Dihentikan Selama Sebulan

Kamis 02 Apr 2020 21:50 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

(Ilustrasi) Operasional Kereta Api Sriwijaya Dihentikan Selama Sebulan.

(Ilustrasi) Operasional Kereta Api Sriwijaya Dihentikan Selama Sebulan.

Foto: Republika/Abdan Syakura
Dampak wabah Corona ini berdampak pada turunnya jumlah penumpang kereta.

REPUBLIKA.CO.ID,BATURAJA -- Operasional Kereta Api Sriwijaya Lintas Malam Ekspres jurusan Tanjung Karang-Kertapati dan sebaliknya dihentikan selama satu bulan. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Stasiun Kereta Api Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Syaiful Bahri mengatakan bahwa kebijakan ini berlaku mulai 1-30 April 2020. "Bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket bisa mengembalikan tiket atau refund," katanya Kamis (2/4).

Pengembalian tiket bisa dilakukan di loket tiket stasiun kereta api setempat pada jam kerja. "Untuk pengembalian tiket mungkin baru hari ini. Kami juga saat ini tidak melayani pemesanan tiket mudik lebaran Idul Fitri 2020," kata dia.

Dia menjelaskan, pembatalan perjalanan kereta api ini tidak berlaku untuk kereta Kuala Stabas dan kelas Ekonomi. Dua jenis kereta angkutan yang bertarif merakyat itu tetap beroperasi seperti biasa dan masih dengan tarif normal.

Menurut dia, penghentian operasional kereta api tersebut sebagai upaya PT KAI dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. "Dampak wabah Corona ini berdampak pada turunnya jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan kereta api. Khususnya kereta malam dari Baturaja biasanya sekitar 50 orang/malam. Namun, sejak virus corona mewabah paling hanya sekitar 20 penumpang," ujarnya.

Dia mengemukakan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Baturaja, namun jumlah penumpang kereta api di seluruh Indonesia juga mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat wabah Covid-19.

"Hingga saat ini jumlah penumpang yang dilayani PT KAI di seluruh Indonesia turun hingga 63 persen dengan pembatalan 243 jadwal keberangkatan," ujar dia.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA