Kamis 02 Apr 2020 21:09 WIB

Via Kitabisa.com, Relawan Kumpulkan Rp 237 Juta untuk Ojol

Relawan mengumpulkan Rp 237 juta untuk membantu ojol dan pekerja informal.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda
Penggalangan dana lewat Kitabisa.com oleh Agus Sari.
Foto: Tangkapan layar
Penggalangan dana lewat Kitabisa.com oleh Agus Sari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai CEO Landscape Indonesia, Agus Sari, merasa  bisa bekerja dari rumah di tengah pandemi Covid-19 sebagai sebuah keistimewaan. Di lain sisi, dia berempati kepada pekerja informal, terutama pengemudi ojol (ojek online), yang tetap harus mencari nafkah di jalanan.

"Di antara kita ada beberapa yang tidak bisa kerja di rumah, terutama pekerja harian, pekerja informal, pengemudi ojek daring,” ungkap Agus kepada Republika.co.id, Rabu (1/4).

Baca Juga

Keberadaan para pekerja informal itu, menurut Agus, merupakan turut membantu kelancaran kegiatan bekerja dari rumah. Mereka berperan dalam mengantarkan kebutuhan logistik mereka yang punya keleluasaan bekerja dari rumah.

Padahal, risiko tertular di luar rumah lebih besar ketimbang tetap berada di rumah.  Agus pun tergerak melakukan penggalangan dana melalui platform crowdfounder untuk membantu para pekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek daring, pedagang kaki lima, dan lain-lain.

"Dana yang kami dapat, pada awalnya kami belikan makanan yang dibeli dari pengusaha makanan skala kecil yang terdampak slow down, untuk diberikan kepada komunitas ojek daring. Pemberian makanan itu ditujukan agar badannya tetap fit saat menjalani aktivitas di luar rumah," tutur Agus.

Namun, setelah beberapa hari gerakan itu berjalan, Agus bersama Gojek and Grab on Twitter (GOT) yang diketuai Liam, pemilik akun Twitter @yogojekyo, mengalihkannya menjadi pemberian berbagai perlengkapan kesehatan, seperti penyanitasi tangan dan masker. Ia berharap, upayanya itu dapat meminimalisasi risiko pekerja informal tertular penyakit Covid-19.

Niat mulia Agus tak pula mulus untuk terwujud. Ia dihadapkan pada kesulitan untuk mendapatkan masker medis. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi.

Agus pun berinisiatif untuk mengatakan masker kain sebagai alternatif. Ia meyakini, masker kain lebih baik untuk melindungi diri ketimbang tidak pakai sama sekali.

“Di masa sekarang, masker sangat penting. Kita nggak tahu, kalau sudah terpapar atau belum. Jadi risiko tertular itu ada dan risiko menularkannya juga ada. Jadi lebih baik sekarang pakai masker semua, terutama orang-orang yang tidak bisa bekerja dari rumah,” ungkap Agus.

Hingga Kamis (2/4) hari ini, donasi yang terkumpul melalui gerakan Agus mencapai sekitar Rp 237 juta di platform Kitabisa. Sebagian dari dana sumbangan masyarakat telah dimanfaatkan sebesar Rp 40 juta untuk membeli makanan, masker kain, dan hand sanitizer untuk ojek daring di wilayah Jabodetabek.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement