Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Pegiat Medsos: Hindari Misinformasi tentang Covid-19

Kamis 02 Apr 2020 20:53 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Media sosial (ilustrasi).

Media sosial (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Saat ini banyak informasi yang sifatnya justru salah atau misinformasi, bukan hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial (medsos) Enda Nasution mengatakan misinformasi yang membuat panik masyarakat harus dihindari. Menurut dia, saat ini banyak informasi yang sifatnya justru salah atau misinformasi, bukan hoaks.

"Karena kita terlalu cepat menyebarkannya tanpa menunggu informasi itu bisa dikonfirmasi lagi," ujar Enda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).
                               
Menurut dia, dalam kondisi seperti saat ini wajar jika semua orang berusaha mencari informasi sebanyak mungkin. Namun demikian masyarakat harus diarahkan bahwa informasi yang diakses harus berasal dari sumber resmi agar tidak terjadi misinformasi.
                               
Untuk itulah, menurut Enda, perlunya peran dari pemerintah untuk mulai melakukan "improvement" dan perbaikan terkait manajemen penanggulangan wabah Covid-19 ini sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
                                                               
Dia mengakui sekarang ini semua sudah jelas, di mana sumber-sumber informasi juga melalui situs web sudah mulai bermunculan secara resmi. Dengan begitu, data itu sudah mulai terbuka untuk publik.
                               
Alumnus Teknik Sipil ITB itu menyampaikan dari sisi komunikasi, pemerintah juga harus sudah memiliki strategi baik itu untuk jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengimbangi dan mengantisipasi apa yang terjadi di lapangan ke depannya. Menurutnya, pentingnya komunikasi ke publik untuk menenangkan masyarakat.
                               
"Hal ini untuk memastikan agar tidak terjadi kepanikan, kesalahpahaman maupun tidak terjadi hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sumber-sumber resmi pemerintah," kata pria yang juga dijuluki sebagai Bapak Blogger Indonesia itu.
                               
Dia mengatakan saat ini juga sudah ada upaya swadaya dari masyarakat untuk mencoba mengklarifikasi informasi yang beredar dan menjadi penengah terhadap informasi yang krusial dengan membuat platform informatif untuk publik. Begitu pun dari pemerintah seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) itu membuat platform informasi.
                                                           
Enda juga meminta masyarakat jangan terlalu gampang berkomentar negatif terhadap upaya yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Apabila merasa kesal atau frustasi boleh saja mengkritik, namun jangan mengeluarkan pernyataan nyinyir yang terlalu cepat.
                               
"Janganlah menjelekkan usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh banyak pihak, baik itu pemerintah, tenaga kesehatan, para dokter dan semua orang yang sedang berusaha untuk mencoba meredam dan membantu semua pihak ini," jelasnya.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA