Kamis 02 Apr 2020 18:34 WIB

Bulog: Importasi Gula Kristal Putih Masih Proses Tender

Importasi gula kristal putih diharapkan bisa mempercepat distribusi hingga ke pasar.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Gula impor menyerbu pasar Indonesia
Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Gula impor menyerbu pasar Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMN Pangan, Perum Bulog menyatakan, proses importasi gula kristal putih (GKP) yang ditugaskan pemerintah masih dalam proses tender. Diharapkan, pasokan gula mulai masuk secara bertahap sebelum bulan Ramadhan tiba pada akhir bulan ini.

Sekretaris Perusahaan Bulog, Awaluddin Iqbal, mengatakan, sesuai penugasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas level Kemenko Perekonomian, Bulog mendapatkan kuota penugasan impor GKP sebanyak 50 ribu ton. Terdapat beberapa alternatif negara produsen gula.

Baca Juga

"Kita masih proses tender karena ini prosesnya business to business. Ada Thailand, India, Australia, tapi kita harus pilih mana yang paling bisa cepat," kata Awaluddin kepada Republika.co.id, Kamis (2/4).

Importasi GKP diharapkan bisa mempercepat proses distribusi hingga ke pasar tradisional maupun ritel modern. Sebab, GKP bisa langsung melalui tahap pengemasan tanpa pengolahan lebih lanjut seperti halnya impor gula mentah.

Soal target kedatangan impor gula oleh Bulog ke Indonesia, Awaluddin menuturkan bahwa pemerintah tidak memberikan target khusus. Lagipula, kata dia, harga gula saat ini mulai berangsur turun karena adanya operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog bersama produsen gula swasta.

"Masuknya bertahap, tapi kita harapkan sebelum puasa mulai masuk. Tentu tidak sekaligus 50 ribu ton," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement