Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

IAKMI Usulkan Gugus Tugas Covid-19 di Tingkat Akar Rumput

Kamis 02 Apr 2020 16:30 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Agus Yulianto

Aparat TNI Kodim 0101/BS dan personil Polresta Banda Aceh melaksanakan patroli dan membubarkan kerumunan warga di Aceh Besar, Aceh, Ahad (29/3/2020). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh memberlakukan jam malam selama dua bulan mulai tanggal 29 Maret hingga 29 Mei 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19)

Aparat TNI Kodim 0101/BS dan personil Polresta Banda Aceh melaksanakan patroli dan membubarkan kerumunan warga di Aceh Besar, Aceh, Ahad (29/3/2020). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh memberlakukan jam malam selama dua bulan mulai tanggal 29 Maret hingga 29 Mei 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19)

Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Anjuran secara ketat social distancing dari pemerintah pusat tidak begitu efektif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Husein Habsyi menyarankan, agar pemerintah memperkuat pemimpin masyarakat di kalangan akar rumput. Hal ini terkait dengan mengetatkan social distancing dan pengetahuan-pengetahuan seputar Covid-19.

Selama ini, dia mengakui, anjuran secara ketat social distancing dari pemerintah pusat tidak begitu efektif. Oleh karena itu, pendekatan harus dilakukan oleh pemimpin di masyarakat seperti Ketua RT/RW, atau ketua suatu komunitas.

"Berapapun kuatnya kepres, perpres, jika tidak didukung oleh community leader atau pimpinan di tingkat akar rumput, nampaknya (social distancing) akan sulit berjalan," kata Husein, dalam konferensi pers daring, Kamis (2/4).

Dia menegaskan, peran pimpinan di masyarakat yang paling rendah menjadi sangat penting di tengah wabah Covid-19 ini. "Saat ini, kami gencar menyampaikan tentang konsep community fighting, kami menyiapkan sebuah konsep agar gugus tugas di tingkat RT/RW terbentuk," kata Husein.

Di tingkat RT/RW kontrol terhadap masyarakat akan lebih mudah dilakukan. Selain itu, hubungan antara warga juga akan mempengaruhi efektivitas imbauan yang diberikan oleh pemimpin di dalam suatu komunitas.

"Misalnya mereka bisa mengatur bagaimana mengawasi orang-orang berisiko, yaitu yang berumur lebih dari 60 tahun misalnya. Kemudian, kalau mereka melakukan isolasi mandiri mereka bisa mengatur, menajganya agar tidak keluar, dan sebagainya. Konsep ini saya rasa sangat penting," kata dia lagi.

Lebih lanjut, dia menegaskan, agar pengawasan social distancing di lapangan perlu diperkuat. Pengawasan di tingkat masyarakat bisa membantu pendeteksian kasus dan mengurangi stigma diskriminasi.

"Jika mungkin ada orang yang positif covid-19 agar tidak dikucilkan, mereka bisa ikut membantu menenangkan lingkungan. Hal itu yang mungkin harus diperkuat," kata Husein.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA