Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Kalifornia Tambah Kasur RS untuk Antisipasi Puncak Corona

Kamis 02 Apr 2020 14:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

 Seorang perawat mengganti sarung tangan setiap kali mengumpulkan sampel dari pasien di sebuah lokasi drive through layanan pengujian virus corona di Stadion Diamond, Kalifornia, AS.

Seorang perawat mengganti sarung tangan setiap kali mengumpulkan sampel dari pasien di sebuah lokasi drive through layanan pengujian virus corona di Stadion Diamond, Kalifornia, AS.

Foto: EPA
Kalifornia menarget tambahan 66 ribu kasur rumah sakit untuk mengantisipasi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Gubernur Kalifornia, AS Gavin Newsom fokus menambah jumlah kasur rumah sakit. Proyeknya saat ini menambah 66 ribu kasur rumah sakit untuk mengantisipasi puncak wabah virus corona yang diprediksi akan terjadi pada bulan akhir Mei. Target penambahan kasur rumah sakit lebih banyak 16 ribu dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga

Newsom juga diperkirakan mengumumkan pedoman pemakaian masker di negara bagiannya. Tapi ia mengatakan penggunaan masker tidak mengganti imbauan pembatasan sosial dan langkah lain untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Itu bukan sebagai pengganti perintah tinggal di rumah, pendoman ini tidak meminta warga untuk mencari masker N95 atau masker medis dan membelinya atau bertentangan dengan petugas medis kami," kata Newsom dalam konferensi pers, Kamis (2/4).

Kepala kesehatan publik Riverside County, salah satu dari lima puluh delapan county di negara bagian California, Dr. Cameron Kaiser mengatakan virus corona  tersebar melalui cairan yang berupa batuk atau bersin. Oleh karena itu, masker non-medis dapat membantu menahan penyebaran virus.

Kaiser menyampaikan rekomendasi itu karena jumlah kasus infeksi di county terbesar keempat di Kalifornia itu bertambah lebih cepat dibandingkan yang diprediksi sebelumnya. Pada situasi ini, kata Kaiser, Riverside akan kehabisan kasur rumah sakit pada 12 April dan ventilator pada 26 April.    

"Ketika situasi berubah, peraturan berubah, kami melihat angka kami bertambah lebih cepat dibandingkan yang kami prediksi dan itu artinya strategi kami juga harus berubah," kata Kaiser.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan otoritas kesehatan dunia meminta masyarakat yang bukan petugas medis tidak perlu memakai masker. Kecuali bila mereka sakit, itu pun hanya untuk mencegah penularan ke orang lain.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang yang merawat kerabat yang sakit memakai masker. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS setuju dengan rekomendasi itu dengan syarat orang yang sakit tidak dapat memakai masker.

Namun, ada beberapa arahan yang bertentangan. Pada pekan ini, Austria mewajibkan warga memakai masker ketika berbelanja. Presiden AS Donald Trump menyarankan orang yang merasa khawatir tetap bisa memakai selendang.

Pejabat kesehatan publik Kalifornia Dr. Sonia Angell mengatakan penutup wajah dapat mencegah penyebaran virus. Tapi, ia memperingatkan bila pemakaiannya tidak benar maka justru meningkatkan penyebaran.

Pemakaian masker, kata Angell, juga dapat membuat masyarakat menurunkan tingkat kewaspadaan mereka serta mengabaikan perintah untuk menjaga jarak sejauh 1,8 meter satu sama lain. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA