Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

2 Pendekatan Kebaikan untuk Tolong-Menolong Tangani Covid-19

Rabu 01 Apr 2020 20:58 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Dua pendekatan kebajikan bisa digunakan untuk mengatasi Covid-19. Berdoa Ilustrasi

Dua pendekatan kebajikan bisa digunakan untuk mengatasi Covid-19. Berdoa Ilustrasi

Foto: Antara
Dua pendekatan kebajikan bisa digunakan untuk mengatasi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rasulullah SAW bersabda bahwa Muslim yang baik adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain. 

Baca Juga

Dalam konteks pandemi wabah Corona/Covid-19, bagaimanakah implementasi berbuat baik kepada sesama tersebut? 

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengatakan aksi berbuat baik tersebut bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pendekatan keimanan dan keilmuan. Hal ini juga sejalan dengan QS al-Mujadalah/58 ayat 11.   

Melalui pendekatan keimanan, Anwar yang juga Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menuturkan bahwa seorang Muslim seyogianya mengajak dirinya dan orang lain untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. 

Karena dengan itulah, kata dia, hidup akan semakin tenang dan terasa bermakna. Sebab, manusia akan sadar bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dan dengan kekuasaan-Nya akan bisa menjauhkan musibah dari umat. Oleh karena itu, agar musibah ini cepat berlalu, dia mengajak setiap Muslim untuk memohon dan berdoa kepada Allah.

Dia menjelaskan, supaya doa kita diijabah oleh-Nya, hendaknya membersihkan diri dan bertobat serta minta ampun kepada-Nya sembari berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. 

“Sehingga dengan demikian, tegaklah sebuah kehidupan yang baik di tengah masyarakat dan bangsa," lanjutnya. 

Selanjutnya, dia mengajak Muslim untuk berupaya melalui pendekatan keilmuan. Di dalam pendekatan ini, menurutnya, manusia menyadari bahwa Tuhan yang telah menciptakan alam. Di alam itulah, Allah telah membuat dan menetapkan hukum dan ketentuan yang disebut dengan 'sunnatullah' atau hukum alam. 

Sementara dari berbagai riset dan pengkajian tentang alam, ditemukan kebenaran di alam yang kemudian dirumuskan dalam bentuk teori. Dari teori itu kemudian terbentuk ilmu. 

Dengan adanya ilmu itulah, Anwar mengatakan bahwa manusia mengenal adanya ahli (pakar) yang menguasai bidang tertentu, termasuk bidang kedokteran. 

Sementara di tengah kondisi wabah seperti ini, maka yang diperlukan adalah bertanya kepada ahlinya. Sebab, merekalah yang mengetahui tentang virus Corona dan bagaimana cari menghindarkan diri dari bahaya virus ini. 

Oleh karena itulah, dia mengatakan bahwa seorang Muslim yang baik seyogianya mematuhi protokol medis yang ada sebagai cara berbuat baik kepada orang lain. 

Sebab, imbauan yang disarankan dalam protokol medis didasarkan pada ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Jadi dengan mematuhi protokol medis tersebut, selain telah berbuat baik kepada diri kita sendiri, kita juga telah berbuat baik dan memberi manfaat yang besar kepada orang lain,” ujar dia. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA