Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Afrika Minta Pengurangan Utang pada IMF, Bank Dunia, dan UE

Kamis 02 Apr 2020 03:14 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Friska Yolandha

Para Menteri Keuangan dari negara-negara Afrika meminta Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Uni Eropa (UE) untuk memberi bantuan berupa utang bilateral, multilateral dan komersial.

Para Menteri Keuangan dari negara-negara Afrika meminta Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Uni Eropa (UE) untuk memberi bantuan berupa utang bilateral, multilateral dan komersial.

Foto: Flickr
Afrika mulai mengalami krisis di tengah wabah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG -- Afrika mulai mengalami krisis di tengah wabah Covid-19. Hal itu ditandai dengan anjloknya harga minyak, sejumlah komoditas dan mata uang yang kian melemah.

Baca Juga

Para Menteri Keuangan dari negara-negara Afrika meminta Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Uni Eropa (UE) untuk memberi bantuan berupa utang bilateral, multilateral dan komersial. Permintaan itu, dipimpin oleh Menteri Keuangan Afrika Selatan Tito Mboweni dan Ken Ofori-Atta dari Ghana, para menteri bertemu melalui konferensi video pada hari Selasa.

"Seruan untuk pengurangan utang, harus untuk seluruh Afrika dan harus dilakukan secara terkoordinasi dan kolaboratif," Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika (UNECA) seperti dikutip dari Reuters Rabu (1/4).

Para menteri sebenarnya telah membahas hal tersebut pada pertemuan awal yang diselenggarakan oleh UNECA bulan lalu. Mereka menyerukan paket stimulus 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) termasuk penangguhan pembayaran layanan utang.

Para mentrei menyampaikan Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Uni Eropa (UE) harus mempertimbangkan pengurangan utang dan tingkat suku bunga. Setidaknya, mereka meminta waktu dua hingga tiga tahun untuk semua negara Afrika dengan penghasilan rendah dan menengah.

Meskipun belum menyampaikan secara detail bentuknya kebijakannya, mereka juga menyerukan dibentuknya kebijakan yang bertujuan khusus untuk menangani semua kewajiban utang negara di tengah wabah Covid-19. Sebab, kasus-kasus corona yang dikonfirmasi di Afrika telah meningkat menjadi setidaknya 5.300 pada hari Selasa dan tercatat lebih dari 170 kematian.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA