Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

RSUD Banten Rawat 84 PDP, Empat Positif Corona

Rabu 01 Apr 2020 20:25 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, Kota Serang, Banten, Ahad (4/8).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, Kota Serang, Banten, Ahad (4/8).

Foto: Republika/Alkhaledi Kurnialam
Sampai 31 Maret 2020 jumlah PDP di Provinsi Banten sebanyak 357 orang

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Rumah Sakit Umum Daerah Banten yang menjadi rumah sakit khusus rujukan COVID-19 di Provinsi Banten saat ini merawat 88 pasien. Yaitu 84 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan empat pasien positif terjangkit Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti di Serang, Rabu (1/4) mengatakan hingga 31 Maret 2020 RSUD Banten menerima rujukan dari sejumlah rumah sakit di Banten dengan jumlah pasien 88 orang, 84 orang pasien diantaranya berstatus PDP dan empat pasien positif Covid-19. "Sebanyak 88 pasien tersebut kebanyakan berasal dari wilayah Tangerang Raya," kata Ati.

Sedangkan data Covid-19 di Provinsi Banten sampai 31 Maret 2020 jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.710 orang, dimana sebanyak 266 orang sembuh dan 2.444 masih menjalani rawat inap

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 357 orang, kemudian sembuh 33 orang, dirawat sebanyak 305 orang pasien dan meningal 19 orang. "Jumlah yang positif Covid-19 sebanyak 92 orang, sembuh 6, dirawat 73 orang dan mninggal 13," kata Ati.

Untuk tenaga medis yang bertugas di RSUD Banten, Pemprov Banten melakukan karantina bagi tenaga medis berlokasi di pendopo lama Gubernur Banten dan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten di Pandeglang.

"Kami juga memberikan insentif bagi para dokter spesialis, dokter umum, perawat dan seluruh pegawai RSUD Banten yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini," kata Ati.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA