Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Marco van Basten Khawatirkan Masa Depan AC Milan

Rabu 01 Apr 2020 18:06 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agung Sasongko

Marco van Basten berseragam AC Milan pada suatu laga persahabatan di San Siro, Maret 2006.

Marco van Basten berseragam AC Milan pada suatu laga persahabatan di San Siro, Maret 2006.

Foto: EPA/Matteo Bazzi
Legenda AC Milan, Marco van Basten khawatir dengan masa depan AC Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legenda AC Milan, Marco van Basten khawatir dengan masa depan mantan klubnya tersebut. Menurut mantan pemain Timnas Belanda itu, Milan saat ini tak layak disebut sebagai klub elit.

Baca Juga

Di eranya dulu, pada 1987/1988, Milan menjadi salah satu klub papan atas dunia. Namun, hal sebaliknya justru dialami Milan saat ini. Di bawah asuhan Stefano Pioli, i Rossoneri berada di peringat ketujuh dengan 36 poin.

"Saya tidak mengikuti banyak sepak bola Italia, tetapi saya dapat mengatakan bahwa AC Milan di masa saya telah mendominasi dunia sepak bola, sementara hari ini mereka berjuang untuk bertahan hidup," kata pria berusia 55 tahun itu, dikutip dari Tribal Football, Rabu (1/4).

Saat ini, semua kompetisi Eropa ditangguhkan akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin meluas, termasuk Liga Champions dan Liga Europa. Kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A juga masih ditangguhkan dan diharapkan bisa segera kembali bergulir pada 3 Mei mendatang. UEFA juga telah memutuskan untuk menunda Euro 2020 yang rencananya bergulir pada 12 Juni-12 Juli 2020 menjadi 11 Juni-11 Juli 2021.

Penundaan tersebut memberikan peluang bagi operator kompetisi untuk bisa melanjutkan dan menyelesaikan kompetisi sepak bola musim ini. Terlepas dari semua itu, Van Basten menilai sepak bola Eropa menjadi tidak begitu kompetitif karena perbedaan yang cukup signifikan antara satu tim dengan lainnya.

"Sepertinya bagi saya perbedaan (antar klub) sangat besar. Saya pikir UEFA harus mencoba untuk membuat klub lebih kompetitif satu sama lain. Perbedaannya terlalu besar, akan semakin sulit untuk menjembatani mereka," tambah dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA