Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Gubernur Minta Warga tak Mudik

Rabu 01 Apr 2020 17:49 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Tim medis mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) terjangkit virus corona (COVID-19) turun dari kapal saat simulasi penanganan virus Corona di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar.

Tim medis mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) terjangkit virus corona (COVID-19) turun dari kapal saat simulasi penanganan virus Corona di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar.

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Karena dikhawatirkan meraka membawa virus saat balik ke tempat tinggal sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah, mengimbau warga agar tidak pulang kampung atau mudik di tengah pandemik virus corona baru atau COVID-19. Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan dengan tidak pulang kampung, sudah cukup membantu memutus mata rantai penularan virus tersebut.

"Kita sudah menyampaikan berkali-kali bahwa tidak pulang kampung sudah mendukung pemutusan rantai virus Corona ini," kata Nurdin Abdullah dalam keterangan resminya di Makassar, Rabu (1/4).

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menjelaskan, meskipun warga yang pulang kampung tidak membawa virus. Namun dikhawatirkan meraka akan membawa virus saat balik ke tempat tinggal sebelumnya.

"Mereka kalau pun dia tidak membawa penyakit dari sini, begitu juga sebaliknya. Dia disana kena, masuk kesini berbaur keluarga. Keluarga bisa kena, jadi tidak pulang sudah sangat membantu memotong rantai penularan corona ini," ujar dia.

Olehnya itu, Nurdin Abdullah berharap masyarakat memilih untuk melakukan isolasi masing-masing di tingkat RT, RW dan Kelurahan. "Kita isolasi mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan. Itu memang kita harus kita lakukan, kan sekarang ini kita udah petakan, episentrum penyebaran. Bapak Panglima sudah memetakan semua itu," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA