Rabu 01 Apr 2020 18:45 WIB

Satelit Nusantara Dua Segera Gantikan Palapa-D Milik Indosat

Satelit Nusantara Satu sudah diluncurkan pada 2019 lalu.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Satelit Palapa
Foto: dokpri
Satelit Palapa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Satelit Nusantara Dua segera menggantikan Papala-D yang saat ini digunakan oleh Indosat Ooredoo. Sejak 2017 PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersama Indosat Ooredoo dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS) membentuk perusahaan patungan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) untuk menandatangani pembelian satelit Nusantara Dua.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan satelit Nusantara Dua dijadwalkan akan meluncur ke orbit pada kuartal dua tahun ini. “Satelit ini untuk melayani kebutuhan akses internet broadband dan layanan broadcasting berkualitas tinggi,” kata Adi, Rabu (1/4).

Baca Juga

Setelah meluncurkan satelit Nusantara Satu pada 2019, Adi mengharapkan satelit Nusantara Dua akan semakin memperkuat posisi kelompok usaha PSN. Adi optimistis satelit baru tersebut akan memberikan benefit bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia sehingga dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan digital nasional.

Presiden Direktur PSNS Johanes Indri Prijatmodjo menambahkan, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi pandemi virus korona atau Covid-19, Adi menegaskan perusahaan tetap berkomitmen meluncurkan satelit Nusantara Dua. “Program satelit Nusantara Dua merupakan program jangka panjang kami dan merupakan bentuk komitmen perusahaan kepada para pelanggan di seluruh Indonesia,” ungkap Johanes.

Johanes menjelaskan satelit Nusantara Dua akan beroperasi untuk menggantikan satelit Palapa-D milik Indosat Ooredoo yang berada di 113 Bujur Timur (BT). Satelit Nusantara Dua yang dibuat oleh China Great Wall Industry Corporation memiliki berat pada saat diluncurkan 5.550 kilogram dan bobot roket peluncurnya mencapai 425.800 kilogram.

“Satelit Nusantara Dua dapat mencakup wilayah seluruh Indonesia, Asia Pasifik, hingga Australia untuk transponder C-band dan seluruh Indonesia untuk HTS,” jelas Johanes.

Johanes memastikan satelit dengan masa hidup hingga 15 tahun mendatang tersebut memiliki teknologi yang sama dengan satelit Nusantara Satu. Satelit Nusantara Dua memiliki teknologi yang membuatnya efisien namun tetap memiliki nilai tambah pada keandalan tautan.

PT PSNS sudah memulai tahap awal pembangunan satelit sejak 2017. Pada awal Maret 2020, kata Johanes, perusahaan telah menyelesaikan satellite pre-shipment review dan hasilnya dapat mengantar satelit untuk meluncur pada awal April 2020.

“Kami berharap peluncuran berjalan lancar sehingga diperkirakan pada Juni 2020 dapat siap melayani masyarakat,” jelas Johanes.

Sementara itu, Chief Business Officer Indosat Ooredoo Bayu Hanantasena memastikan akan terus menyediakan layanan telekomunikasi terbaik bagi para pelanggan bisnis. Hal tersebut menurut Bayu sejalan dengan strategi tiga tahun Indosat Ooredoo.

 “Strategi kami yang ingin menjadikan B2B sebagai mesin pertumbuhan baru, satelit Nusantara Dua akan melengkapi portofolio layanan Indosat Ooredoo Business,” tutur Bayu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement