Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

 Soal Gaji Pemain, Bhayangkara FC Ikut Arahan PSSI

Rabu 01 Apr 2020 16:55 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agung Sasongko

Pesepak bola Bhayangkara FC Renan Da Silva merayakan gol ke gawang Persija Jakarta pada pertandingan Liga 1 2020 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Pertandingan Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta berakhir imbang 2-2. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/foc.

Pesepak bola Bhayangkara FC Renan Da Silva merayakan gol ke gawang Persija Jakarta pada pertandingan Liga 1 2020 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Pertandingan Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta berakhir imbang 2-2. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/foc.

Foto: ANTARAFOTO
Bhayangkara FC mengikuti keputusan PSSI soal skema gaji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bhayangkara FC mengikuti keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait dengan penundaan Liga 1 2020 dan juga skema pembayaran gaji pemain selama libur kompetisi. COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji mengatakan pihaknya mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan federasi. Seperti diketahui, selain menunda kompetisi sampai 29 Mei, PSSI juga menyetujui perihal pemangkasan gaji pemain dan ofisial.

PSSI memutuskan Liga 1 2020 dihentikan sejak Maret hingga Mei 2020, dengan status force majeure. Hal it karena pandemi virus corona atau Covid-19 yang mewabah di Indonesia. Selama kompetisi dihentikan, klub dibolehkan membayar gaji para pemain dan ofisial sebesar 25 persen saja dari nilai gaji bulanan yang tertera di kontrak. Langkah ini diambil karena klub tidak memiliki pemasukan karena tidak adanya pertandingan.

"Kita sebagai klub mengikuti apa yang sudah diputuskan federasi. Lagipula memang saat ini tidak ada aktivitas yang dilakukan tim. Jadi kita ikuti keputusan," ujar Sumardji dikutip dari laman resmi klub, Rabu (1/4).

Sumardji juga akan berbicara dengan sponsor terkait dengan penundaan kompetisi. Sampai saat ini, sponsor masih bisa menerima penundaan Liga 1 2020. Namun, jika nantinya status darurat virus corona diperpanjang lebih dari 29 Mei, Bhayangkara FC tentu punya pertimbangan dengan sponsor.

"Pasti ada pertimbangan. Saya akan berbicara dengan sponsor karena kondisinya memang seperti ini. Kita akan bicara lebih lanjut dengan para sponsor," tutur Sumardji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA