Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

PBNU: Tolak Jenazah Pasien Corona Bertentangan dengan Islam

Rabu 01 Apr 2020 16:14 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

PBNU: Tolak Jenazah Pasien Corona Bertentangan dengan Islam. Foto: Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj (kiri) memberikan tausiyah di Jakarta, Rabu (11/3).

PBNU: Tolak Jenazah Pasien Corona Bertentangan dengan Islam. Foto: Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj (kiri) memberikan tausiyah di Jakarta, Rabu (11/3).

Foto: Republika/Putra M Akbar
Pasien corona yang meninggal Insya Allah mati syahid.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj menanggapi adanya penolakan warga terhadap jenazah yang teinveksi virus Corona atau Covid-19. Di mana, kasus ini terjadi di sejumlah daerah, seperti di Depok, Tangerang Selatan, dan Lampung.

Menurut Kiai Said, penolakan tersebut bertolak belakang dengan ajaran syariat Islam tentang kewajiban menghormati jenazah, termasuk pada warga yang meninggal karena terjangkit virus corona. “

"Syariat Islam telah mewajibkan kepada kita umat Islam harus menghormati jenazah sesama umat Islam. Maka siapapun jenazah yang beragama Islam harus kita tangani dengan penuh penghargaan," ujar Kiai Said di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa (31/3) malam.

Pengasuh Pondok Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah ini menjelaskan, semua jenazah umat Islam harus dimandikan dan dikafani dengan syarat-syarat tertentu, kemudian dikubur dengan penuh penghormatan. Menurut Kiai Said, hal itu juga berlaku bagi jenazah yang meninggal akibat Covid-19, dengan syarat harus mengikuti protokol yang ditetapkan ahli medis.

"Tidak boleh diremehkan atau mendapat penghinaan. Nah sekarang masalahnya jenazah yang terkena penyakit menular seperti corona ini. Pertama, dari pihak rumah sakit harus menanganinya dengan betul-betul safety," ucap Kiai Said.

Dia mencotohkan, jenazah terinfeksi corona tersebut juga harus dibungkus plastik, sehingga aman dari penularan wabah tersebut. Setelah diurus oleh pihak rumah sakit, lanjutnya, baru jenazah diantar ke keluarganya.

"Namun keluarga tidak perlu membukanya. Kemudian kita sholati dan kita antar ke kuburan dengan penuh penghargaan seperti kepada jenazah yang biasa,” kata Kiai Said.

Di samping itu, Kiai Said juga mengimbau kepada umat Islam untuk mendoakan jenazah yang terinfeksi corona tersebut agar termasuk dalam kematian yang syahid. “Bahkan mari kita doakan, orang yang meninggal karena Covid-19 ini insya Allah mati syahid. Kita pun mendapat pahala ketika mengantarkan jenazahnya,” jelas Kiai Said.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA