Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Masih Naik, Positif Covid-19 di Sleman Capai 12 Orang

Rabu 01 Apr 2020 15:11 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto

 RSUD Sleman

RSUD Sleman

Foto: dok. Pemkab Sleman
Sejauh ini tidak ada PDP di RSUD yang meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jumlah positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Sleman masih terus bertambah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan, sampai 31 Maret 2020 jumlahnya mencapai 12 orang.

"Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 102, positif atau terkonfirmasi (Covid-19) 12, sembuh satu," kata Joko kepada wartawan, kemarin .

Angka positif itu mengalami tambahan dua orang. Sebab, satu hari sebelumnya jumlah Covid-19 di Kabupaten Sleman masih delapan orang. Selain itu, angka bertambah pula untuk jumlah PDP dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Untuk ODP, selang dua hari dari 494 orang masuk kategori pada 27 Maret 2020, jumlahnya mengalami kenaikan menjadi 519 pada 29 Maret 2020. Sedangkan, PDP dari 101 orang bertambah satu orang menjadi 102 orang.

Joko turut memberi klarifikasi soal kabar-kabar yang menyebutkan ada PDP di RSUD Sleman yang meninggal. Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada PDP di RSUD yang meninggal, baik rujukan RS lain maupun yang langsung dirawat di RSUD.

"Infonya, dua atau tiga pasien yang dirujuk oleh RS NH ke RSUP Sardjito meninggal tadi pagi (31/3), yang di RSUD Sleman masih stabil," ujar Joko.

Joko turut mengingatkan, warga yang secara mandiri melakukan penyemprotan disinfektan. Terutama, yang memakai jenis disinfektan seperti larutan pemutih, larutan klorin, karbol atau lysol, dan pembersih lantai.

Menurutnya, jenis-jenis itu merupakan disinfektan yang direkomendasikan untuk mendesinfeksi permukaan barang atau benda mati. Artinya, jenis-jenis itu memang bukan untuk tubuh manusia.

"Kalau disinfektan memang hanya untuk permukaan benda, kalau untuk tubuh namanya antiseptic misal sabun cair, bahan hand sanitizer, itupun tidak boleh mengenai mata karena bisa membuat iritasi," kata Joko. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA