Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Pedagang Kecil Bersyukur Dapat Bantuan Sembako dari BMH

Rabu 01 Apr 2020 15:07 WIB

Red: Irwan Kelana

Seorang pedagang pisang di Pontianak, Kalimantan Barat, menerima bantuan sembako dari BMH.

Seorang pedagang pisang di Pontianak, Kalimantan Barat, menerima bantuan sembako dari BMH.

Foto: Dok BMH
BMH Kalbar salurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Tidak bisa dipungkiri, situasi sosial ekonomi masyarakat  terguncang  akibat wabah Covid-19. Hal ini   terutama dirasakan oleh masyarakat kecil, mulai dari pedagang kecil hingga pegawai sektor informal.

BMH Perwakilan Kalbar pada Selasa  (31/3) keliling Kota Pontianak menyalurkan paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan sembako itu disambut gembira oleh para pedagang kecil.  Seperti dituturkan oleh seorang pedagang pisang di Pontianak, saat BMH datang menyapa dan menyampaikan amanah masyarakat berupa paket sembako untuknya.

"Saya ini jualkan punya orang. Biasa saya dapat untung 25-30 ribu rupiah perhari. Tapi, sejak ada virus Corona ini dagangan saya sepi, Nak," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Kemarin saja dapat 12 ribu sehari, saya jualan dari jam 9 pagi - 5 sore. Tapi harus tetap bersyukur, ya, Nak," imbuhnya dengan suara yang kian berat.

Pedagang itu adalah seorang nenek yang biasa dikenal dengan sapaan Bibi Pisang. "Setiap hari beliau berjualan pisang di Jl. KH Ahmad Dahlan, tepat di depan Bank Kalbar Syariah," ungkap Kepala BMH Perwakilan Kalimantan Barat, Ahmad Baidai dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Saat menerima bantuan paket sembako dari BMH,  Bibi Pisang kembali bertutur, "Suami saya sudah lama sakit, sehingga saya harus menggantikannya  cari rezeki. 

Saya kerja satu minggu belum tentu bisa beli sembako seperti ini," imbuhnya sambil meneteskan air mata.

"Terima kasih ya, Nak. Bantuan ini sangat berharga bagi saya dan keluarga. Semoga kebaikan ini Allah balas dengan  kebaikan dunia dan akhirat," sambungnya.

 Kisah serupa juga dialami oleh pedagang kecil dan penjual jasa lainnya, seperti tukang sol sepatu, tukang parkir. 

"Mereka semua menyampaikan situasi sulit yang dialami karena pendapatannya menurun drastis," jelas Baidai.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA