Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Kambing Gunung Jalan-Jalan di Kota Saat Inggris Lockdown

Rabu 01 Apr 2020 13:44 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Kambing gunung berkeliaran, ilustrasi

Kambing gunung berkeliaran, ilustrasi

Foto: EPA
Kambing gunung berkeliaran di jalanan Inggris yang sepi karena warga berada di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Saat semua warga berada di dalam rumah untuk menjaga diri dari penyebaran virus corona, kambing gunung mengambil kendali jalanan. Hewan tersebut berkeliaran di jalan-jalan Llandudno, sebuah kota di Wales Utara, Inggris.

Baca Juga

Produser video untuk Manchester Evening News, Andrew Stuart, telah mengunggah video para petualang berbulu itu di akun Twitter. Keberadaan hewan liar itu mendadak viral dengan menarik ratusan ribu penonton.

"Dan saya pikir karena sangat sepi, dan hampir tidak ada orang di sekitar untuk menakuti mereka atau apa pun, bahwa mereka tidak peduli dan makan apa pun yang mereka bisa," ujar Stuart.

Stuart mengatakan, kambing biasanya hidup dengan lingkungan mereka sendiri, di taman negara Llandudno. Namun, dengan berkurangnya aktivitas manusia dan kendaraan karena lockdown, mereka turun ke jalan menjelajah lebih jauh ke kota tepi laut.

"Tidak ada seorang pun di sekitar saat ini karena karantina sehingga mereka mengambil peluang mereka dan pergi sejauh yang mereka bisa. Mereka akan semakin jauh ke kota," kata Stuart.

Video-video Stuart menunjukkan kambing mengunyah pagar tanaman dan pepohonan yang rapi di halaman depan rumah warga. Hewan bertanduk itu berkeliaran santai di jalan-jalan yang kosong seolah-olah mereka pemiliki tempat itu.

"Salah satu video di Twitter saya menunjukkan bahwa mereka berada di jalan sempit dan saya di sisi lain dan mereka takut pada saya. Mereka menjauh dari saya. Jadi, mereka masih takut pada orang," kata Stuart.

Dikutip dari Worldometer, Inggris melaporkan 25.150 kasus infeksi Covid-19 dengan total kematian mencapai 1.789 orang. Inggris telah memberlakukan lockdown sejak 23 Februari. Kebijakan ini akan berlangsung hingga tiga pekan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA