Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Eko Margiyono ‘Meteor Baru’ TNI

Rabu 01 Apr 2020 13:40 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono.

Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono.

Foto: Pendam Jaya
Mayjen Eko Margiyono, kini menjadi bintang baru TNI, ia bagaikan meteor yang terang.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Selamat Ginting, Wartawan Senior Republika

Mutasi besar-besaran. Wakil KSAD, Panglima Kostrad, sembilan Panglima Kodam, dua Panglima Divisi Infanteri Kostrad, empat asisten KSAD, serta 26 Komandan Korem bintang satu, diganti.

Mayjen Eko Margiyono, kini menjadi bintang baru TNI. Ia bagaikan meteor yang terang. Lebih terang daripada jenderal bintang dua dan tiga di Angkatan Darat lainnya, saat ini. Bahkan bisa berdampak pada jabatan pucuk TNI ke depan.

Hal tersebut diketahui setelah beredarnya lampiran keputusan pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, Selasa (31/3/2020). Antara lain; Panglima Kostrad, sembilan Panglima Kodam, empat asisten KSAD, dua Panglima Divisi Infanteri Kostrad, serta 26 Komandan Korem bintang satu, diganti.

Terkait data yang beredar tersebut, seorang petinggi militer ketika ditanyakan Selasa (31/3/2020) malam, apakah data tersebut sudah valid? Yang bersangkutan menjawab singkat, “belum.”  Petinggi lainnya justru menjawab, ”sudah, tinggal diumumkan Mabes TNI."

Ya, kali ini mutasi besar-besaran, karena menggeser 402 jabatan perwira tinggi. Mayoritas untuk perwira tinggi Angkatan Darat.

Panglima Kostrad
Dalam nomor urut 221, 222, dan 223 tercantum pergeseran tiga pejabatan tinggi strategis Angkatan Darat. Mutasi itu terhitung 31 Maret 2020. Nomor urut 221: Letjen Besar Harto Karyawan dimutasi dari Panglima Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) menjadi Komandan Pussenif (Pusat Kesenjataan Infanteri). Komandan Pussenif divalidasi dari bintang dua menjadi bintang tiga. Hal ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Nomor urut 222: Mayjen Eko Margiyono dimutasi dari Panglima Kodam (Komando Daerah Militer) Jayakarta menjadi Panglima Kostrad. Nomor urut 223: Mayjen Dudung Abdurachman dimutasi dari Gubernur Akademi Militer (Akmil) menjadi Panglima Kodam Jayakarta.

Dengan mutasi tersebut, Eko Margiyono bak meteor terang benderang. Pangkatnya akan naik menjadi letnan jenderal dalam waktu dekat ini.  Sekaligus hadiah ulang tahunnya ke 53 tahun pada Mei 2020 mendatang. Abituren (lulusan sekolah tentara) Akmil 1989 itu melompati dua abang kelasnya, abituren Akmil 1988-A (program pendidikan 4 tahun) dan 1988-B (program pendidikan 3 tahun).

Hingga kini belum ada abituren Akmil 1988-A maupun 1988-B yang sudah berpangkat letjen. Padahal abituren Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988-A dan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988-B sudah ada yang bintang tiga. Mereka adalah Panglima Kogabwilhan I TNI, Laksdya Yudo Margono; dan Panglima Kogabwilhan II TNI, Marsdya Fadjar Prasetyo.

Keduanya meteor TNI sebelum Eko Margiyono. Bahkan abituren Akademi Kepolisian (Akpol) 1988-A sudah menjadi Kepala Polri, Jenderal Idham Aziz.

Panglima Kostrad adalah jabatan strategis untuk promosi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Selama ini, jabatan Panglima Kostrad maupun Wakil KSAD, paling berpeluang menjadi KSAD. Hampir sama banyaknya pejabat Wakil KSAD maupun Panglima Kostrad yang promosi menjadi AD-1. Tiga KSAD terakhir, berlatar Panglima Kostrad. Mereka adalah Gatot Nurmantyo, Mulyono, dan Andika Perkasa. 

Setelah Letjen Besar Harto Karyawan digeser dari jabatan Panglima Kostrad menjadi Komandan Pussenif, kini, jalan terbuka sangat lebar bagi Eko Margiyono. Calon suksesor Jenderal Andika Perkasa untuk menjadi KSAD ke depan.

Dengan posisi barunya menggantikan Letjen Besar Harto Karyawan (Akmil 1986), ia sekaligus melampaui tiga abang kelasnya bersaing menjadi Panglima Kostrad. Tentu saja abituren Akmil 1987, Akmil 1988-A dan Akmil 1988-B berharap bisa menduduki posisi sangat strategis tersebut. Jenderal Andika (Akmil 1987) sebelum menjadi KSAD, lebih dahulu menduduki posisi Komandan Kodiklatad dan kemudian Panglima Kostrad.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA