Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Palestina Puji Upaya China Tangani Virus Corona

Rabu 01 Apr 2020 13:30 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Seorang polisi Palestina mengatur lalu lintas saat penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 di kota Gaza, Senin (30/3). Menurut media setempat, sembilan dari total 97 kasus virus Corona (per 29 Maret 2020) di wilayah Palestina telah dikonfirmasi di jalur Gaza

Seorang polisi Palestina mengatur lalu lintas saat penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 di kota Gaza, Senin (30/3). Menurut media setempat, sembilan dari total 97 kasus virus Corona (per 29 Maret 2020) di wilayah Palestina telah dikonfirmasi di jalur Gaza

Foto: EPA
Palestina menilai China teladan bantuan medis hadapi corona untuk negara miskin.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Juru bicara Pemerintah Palestina Ibrahim Milhem memuji upaya China menangani dan memerangi wabah virus corona baru Covid-19. Menurutnya, Negeri Tirai Bambu telah menjadi teladan. 

Baca Juga

"China telah menjadi contoh utama dalam (memberikan) bantuan medis untuk negara-negara miskin yang terkena virus ini," kata Milhem dalam sebuah konferensi pers di Ramallah, Tepi Barat pada Selasa (31/3), dilaporkan Xinhua. 

Dia pun mengucapkan terima kasih karena China turut memberikan bantuan kepada Palestina dalam rangka memerangi Covid-19. "Kami menghargai upaya China dalam membantu dunia di tengah krisis kemanusiaan global ini melalui bantuan mereka ke Eropa dan kepada kami sebagai teman," ucapnya.

Sejauh ini, Palestina memiliki 117 kasus Covid-19. Pada 5 Maret lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan keadaan darurat virus corona. Langkah itu ditempuh tak lama setelah kasus pertama Covid-19 ditemukan di Betlehem. 

Kemudian pada 22 Maret, Palestina menerapkan karantina wilayah atau lockdown di Tepi Barat selama 14 hari. Sekolah-sekolah dututup, operasi transportasi umum dihentikan, dan pergerakan warga dibatasi. Masyarakat wajib tinggal di rumah.

Berdasarkan data yang dihimpun John Hopkins University and Medicine (Coronavirus Resource Center), saat ini terdapat lebih dari 857 ribu kasus Covid-19 yang tersebar di 180 negara. Sementara, korban meninggal telah melampaui 42 ribu jiwa. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA