Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Siswa Muslim Inggris Jadi Korban Termuda Corona

Rabu 01 Apr 2020 09:12 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Siswa Muslim Inggris Jadi Korban Termuda Corona. Pejalan kaki mengenakan masker di Regents Park di London, Inggris, Senin (23/3). Pemerintah Inggris mendorong warga jaga jarak satu sama lain untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Siswa Muslim Inggris Jadi Korban Termuda Corona. Pejalan kaki mengenakan masker di Regents Park di London, Inggris, Senin (23/3). Pemerintah Inggris mendorong warga jaga jarak satu sama lain untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Foto: AP Photo/Frank Augstein
Siswa Muslim tersebut tidak memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Seorang pelajar Muslim laki-laki dari Brixton, London, berusia 13 tahun meninggal akibat virus corona atau Covid-19. Ia menjadi korban termuda yang meninggal akibat pandemi ini.

"Ia mulai menunjukkan gejala dan kesulitan bernapas dan dirawat di Rumah Sakit King's College. Dia memakai ventilator dan kemudian koma tetapi sayangnya meninggal kemarin pagi," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (1/4).

Siswa tersebut tutup usia di Rumah Sakit King's College pada Senin (30/3) pagi. Ia dinyatakan positif virus corona pada Jumat (27/3) lalu.

Keluarga siswa tersebut telah kehilangan ayahnya yang meninggal karena kanker. Disebutkan siswa itu tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Halaman Go Fund Me telah dibuat oleh Madinah College di London untuk membantu biaya pemakamannya.

"Dengan sangat sedih mengumumkan adik lelaki dari salah satu guru kami di Madinah College meninggal pagi ini karena terinfeksi Covid-19," ujar laman tersebut.

"Ia baru berusia 13 tahun tanpa masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya dan sayangnya ia meninggal tanpa ada anggota keluarga yang dekat karena sifat infeksi Covid-19 yang sangat menular. Semoga Allah memberikan kesabaran keluarga melalui masa sulit ini dan menjadikannya sarana untuk mendekat kepada-Nya," ujar situs tersebut.

Menurut angka resmi dari pejabat kesehatan, lebih dari 1.800 orang telah meninggal di Inggris karena virus corona, 393 di antaranya dalam 24 jam terakhir. Sepertiga dari semua korban diperkirakan berasal dari ibu kota, London.

Menurut Johns Hopkins University yang berbasis di Amerika Serikat, setelah pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember lalu, virus ini telah menyebar ke sedikitnya 179 negara dan wilayah. Data menunjukkan jumlah kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia telah melampaui 850 ribu dengan jumlah kematian lebih dari 41.600 dan lebih dari 176 ribu pemulihan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA