Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Pemerintah Thailand Gratiskan Data Seluler

Rabu 01 Apr 2020 06:31 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Thailand gratiskan data seluler mengingat banyak warga bekerja dari rumah. Ilustrasi.

Thailand gratiskan data seluler mengingat banyak warga bekerja dari rumah. Ilustrasi.

Foto: EPA
Thailand gratiskan data seluler mengingat banyak warga bekerja dari rumah

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional Thailand akan memberikan paket data gratis kepada warga. Keputusan ini dilakukan karena banyak perusahaan memulai kebijakan kerja dari rumah dan sekolah menggunakan pembelajaran jarak jauh di tengah wabah virus corona.

"Individu dapat mendaftar untuk 10 gigabita data seluler setiap bulan mulai 10 April," kata sekretaris jenderal Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional, Takorn Tantasith pada Selasa (31/3).

Pemerintah akan memberi kompensasi kepada operator untuk mengganti biaya pembebasan penggunaan paket data tersebut. Meski pengajuan sudah diumumkan, tiga operator seluler utama Thailand belum memberikan komentar atas keputusan tersebut.

"Pemerintah memberikan data sehingga masyarakat dapat tinggal di rumah dan membatasi penyebaran Covid-19," kata Takorn.

Di sisi lain, dengan adanya pembatasan kegiatan di luar ruangan, operator seluler peringkat ketiga Total Access Communication Pcl (DTAC) mengatakan sedang mempertimbangkan percepatan investasi untuk memperluas data seluler berdasarkan pola penggunaan baru. Hal ini melihat penggunaan yang juga terjadi di luar pusat kota.

Sirawit menyatakan perusahaan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan belanja modal tahunan pada tahun ini menjadi 15 miliar baht dari 13 miliar baht. "Ini adalah tantangan karena (ketika) peningkatan kapasitas di daerah di luar kota ada ketidakpastian seperti durasi penggunaan data yang meningkat," kata Kepala Hubungan Investor DTAC, Sirawit Klabdee.

Sedangkan operator seluler Advanced Info Service Pcl telah melihat data seluler dan pertumbuhan volume broadband lebih dari 10 persen pada bulan lalu. Kepala pejabat bisnis konsumen, Pratthana Leelapanang, mengatakan konferensi video tumbuh lebih dari sepuluh kali. Sebagian karena peningkatan pembelajaran jarak jauh karena penutupan sekolah dan universitas.

Operator True Corporation Pcl mengatakan akan melipatgandakan kapasitas broadbandnya setelah melihat peningkatan 52 persen dalam penggunaan broadband. Terjadi lonjakan 18,4 persen dalam penggunaan data seluler pada bulan lalu.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA