Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Berjemur Tetap Perlu, Tapi tak Perlu Lama

Rabu 01 Apr 2020 06:24 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Indira Rezkisari

Berjemur bisa dilakukan sambil melakukan aktivitas seperti berkebun. Berjemur memberi manfaat asupan vitamin D di tubuh.

Berjemur bisa dilakukan sambil melakukan aktivitas seperti berkebun. Berjemur memberi manfaat asupan vitamin D di tubuh.

Foto: VOA
Berjemur bisa dilakukan dalam banyak cara mulai dari berkebun hingga angkat jemuran.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh jadi salah satu cara mencegah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Selain menjaga pola makan dan hidup bersih, untuk menjaga imunitas bisa dilakukan dengan sejumlah cara.

Berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu upaya menjaga imunitas. Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof Madarina Julia mengatakan, tubuh manusia memang memerlukan sinar matahari.

Keperluan itu tidak lain untuk membantu meningkatkan produksi vitamin di dalam tubuh. Sinar matahari ini menjadi sumber utama vitamin D alami, dan hanya sedikit yang berasal dari makanan.

"Vitamin D ini punyak efek imunomodulator yang bisa memperbaiki sistem imun tubuh," kata Madarina, (31/3).

Sistem imun ini jadi pertahanan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Pasalnya, tubuh yang kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan imun dan rentan terinfeksi virus maupun bakteri.

Ia turut membenarkan ada waktu yang tepat untuk berjemur agar mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Menurut Mardiana, waktu paling efektif yaitu saat bayangan tubuh lebih pendek dari tinggi badan.

"Lama berjemur yang dianjurkan sekitar 10-15 menit, waktunya bisa mulai dari jam 10.00-15.00, jangan dilakukan lebih pagi karena paparan sinar mataharinya tidak mencukupi," kata Mardiana, Selasa (31/3).

Selain itu, pada pagi hari kondisi udara kurang baik, terutama di kota-kota besar dengan tingkat polusi tinggi. Banyak polutan seperti logam berat masih terkonsentrasi dekat permukaan yang mencemari udara pada pagi hari.

Ketika berjemur, ia menyarankan, kulit langsung terpapar sinar matahari. "Setidaknya, bagian tangan dan kaki terkena sinar matahari, yang berjilbab mukanya kan juga terbuka cukup terpapar sinar matahari," ujar Mardiana.

Berjemur tidak harus dilakukan sebagai kegiatan tunggal agar tidak membuat bosan. Untuk mendapatkan sinar matahari bisa dengan aktivitas lain seperti berkebun, mengangkat jemuran atau aktivitas lain yang kontak langsung dengan sinar matahari.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA