Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Penanganan Covid-19, Rumah Zakat: Ayo Bahu Membahu

Rabu 01 Apr 2020 05:22 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Gita Amanda

Rumah Zakat

Rumah Zakat

Foto: rumahzakat.org
Pandemic global Covid-19 bukan hanya persoalan pemerintah melainkan semua pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Rumah Zakat, Nur Effendi menuturkan, penanganan pandemic global Covid-19 bukan hanya persoalan pemerintah, melainkan semua pihak. Karenanya menurut dia, langkah bahu membahu dari Pemerintah, Swasta, Media, influencer hingga publik figur harus ikut serta mencegah penyebarannya.

“Intinya ayo kita gerak dan bahu membahu,” kata dia ketika dikonfirmasi Republika, Selasa (31/3).

Dia menegaskan, ada banyak bantuan yang saat ini dibutuhkan masyarakat pra sejahtera ataupun tenaga medis. Oleh sebab itu, pihaknya saat ini mengaku getol mengumpulkan dan menyalurkan bantuan ke seluruh Indonesia, utamanya pihak yang terdampak.

 “Bukan hanya masyarakat saja, tenaga kesehatan juga sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD)” kata dia. 

Penyebaran Covid-19, kata dia, merupakan hal yang sangat dikhawatirkan saat ini. Dia menyarankan, social distancing dan gerakan diam di rumah agar dilakukan oleh semua kalangan untuk mencegah penyebaran wabah asal Wuhan, China itu. 

“Karena yang dikhawatirkan adalah penyebarannya yang paling cepat. Jadi lebih baik sementara lakukan gerakan diam di rumah dulu,” kata dia.

 Nur Efendi menambahkan, saat ini pihaknya juga akan menyiapkan satu juta paket bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan sembako atau kebutuhan lainnya akibat pandemic global ini. Selain dari, bantuan APD dan lainnya yang saat ini disiapkan pihaknya.

“Kita telah kirimkan dan akan terus lakukan bantuan hingga krisis ini berakhir,” ungkap dia.

Menurut dia, sejauh ini, pihaknya juga telah melakukan dan mengirimkan berbagai kebutuhan untuk membantu menanggulangi penyebaran Covid-19. Dari mulai Bantuan APD, Penyemprotan Disinfektan di berbagai fasilitas publik, berbagi makanan keluarga dan bingkisan keluarga pra sejahtera, program yatim berdaya, hingga bantuan Janda Berdaya, selain dari bantuan bagi ODP dan PDP.

Berdasarkan informasi, hingga kini sudah ada 24 provinsi yang disterilisasi oleh Rumah Zakat. Lebih lanjut, 173 desa berdaya juga terus disosialisasikan pihaknya untuk melakukan gerakan mencegah penyebaran Covid-19.

Dia juga menyatakan, pihaknya terus melakukan edukasi pada masyarakat untuk meredam penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak dan diam di rumah jika tak ada kebutuhan mendasar. 

Untuk mendukung kebutuhan pokok seperti sembako dan vitamin, pihaknya juga memanfaatkan produksi desa binaan yang dikelola oleh Rumah Zakat untuk dikirimkan ke seluruh Indonesia, utamanya daerah terdampak.

“Jika masih kurang kita akan berdayakan toko kelontong juga. Selain dari pengemudi ojek untuk pengirimannya,” kata dia.

Hingga Selasa (31/3) ada sekitar 1.528 kasus positif Covid-19, di mana jumlah tersebut mendapat peningkatan sekitar 114 kasus. Serupa dengan penambahan kasus, jumlah kematian dan pasien yang sembuh juga meningkat dari sebelumnya. Di mana pasien meninggal bertambah 14 menjadi 136, sedangkan yang sembuh bertambah enam orang menjadi 81 orang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA