Selasa 31 Mar 2020 22:43 WIB

Uni Emirat Arab Terapkan Karantina Wilayah Pertama Kali

Karantina wilayah untuk cegah penyebaran Covid-19 di Uni Emirat Arab.

Karantina wilayah untuk cegah penyebaran Covid-19 di Uni Emirat Arab. Restoran di Dubai mulai Senin ini ditutup.
Foto: Alarabiya
Karantina wilayah untuk cegah penyebaran Covid-19 di Uni Emirat Arab. Restoran di Dubai mulai Senin ini ditutup.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI— Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) memberlakukan karantina wilayah pertama kali untuk disinfeksi demi mencegah penyebaran virus corona pada Distrik Al Ras yang terkenal sebagai pasar emas dan rempah.

UAE sebelumnya memperpanjang peraturan jam malam hingga 5 April mendatang untuk penyemprotan disinfektan secara nasional, namun Dubai sendiri mengumumkan pada Senin (30/3) malam bahwa karantina wilayah akan diterapkan di Al Ras selama dua pekan, mulai Selasa (31/3).

Baca Juga

"Saya senang pemerintah melakukan ini, karena untuk perlindungan kami sendiri," kata salah satu pengusaha beras di Al Ras yang tinggal di wilayah Sharjah.

Dubai menutup gerbang masuk utama distrik Al Ras serta menghentikan layanan transportasi umum menuju kawasan yang berbatasan dengan sungai tersohor Dubai Creek.

Di sungai Dubai Creek pun, kapal-kapal layar tradisional sudah dilarang mengangkut barang dari Dubai ke Iran, dan sebaliknya, mengingat Iran menjadi episentrum Covid-19 di kawasan Timur Tengah dengan lebih dari 40 ribu kasus infeksi.

Dengan melakukan karantina wilayah tersebut, otoritas kesehatan Dubai akan menyediakan pasokan kebutuhan dasar bagi penduduk Al Ras, menurut Kantor Media Pemerintah Dubai dalam cuitan di Twitter.

Hingga saat ini, sebanyak 611 kasus Covid-19 dengan lima kasus berujung kematian dilaporkan terjadi di seluruh wilayah UAE. Sementara angkanya mencapai lebih dari 3.700 kasus infeksi dengan 18 kasus kematian secara akumulatif di enam negara Teluk Arab.

UAE berencana menggelar uji corona dengan sistem drive-thru (peserta diambil sampelnya tanpa perlu keluar dari mobil) di seluruh negeri, termasuk pusat bisnis dan pariwisata, setelah pengujian pertama dilakukan pekan lalu di ibu kota Abu Dhabi.

"Kami tidak akan pernah ragu untuk mengambil langkah-langkah melawan potensi ancaman terhadap kehidupan masyarakat. Pada waktu yang sama, kami juga tidak akan membiarkan pembangunan terhenti," ujar Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan, pemimpin de facto UAE.

 

sumber : Reuters/Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement