Selasa 31 Mar 2020 21:51 WIB

Pastor di Florida AS Ditangkap Usai Kebaktian Massal

Pastor di Florida AS tetap menggelar kebaktian massal ditengah pandemi Covid-19.

Pastor di Florida AS tetap menggelar kebaktian massal ditengah pandemi Covid-19. Ilustrasi virus Corona.
Foto: www.freepik.com
Pastor di Florida AS tetap menggelar kebaktian massal ditengah pandemi Covid-19. Ilustrasi virus Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA— Pastor dari gereja besar di Tampa, Florida, ditangkap pada Senin (31/3) dengan tuduhan menyelenggarakan kebaktian massal yang melanggar perintah kesehatan masyarakat yang untuk sementara waktu melarang pertemuan semacam itu guna membatasi penyebaran infeksi virus corona.

"Rodney Howard-Browne, salah satu pendiri River at Tampa Bay Church, dituduh memimpin dua kebaktian pada Minggu yang dihadiri ratusan umat paroki, beberapa dari mereka diangkut dengan transportasi bus yang disediakan gerejanya," kata Sheriff County Hillsborough Chad Chronister.

Baca Juga

Chronister mengatakan, pengabaiannya yang sembrono terhadap kehidupan manusia menempatkan ratusan orang dalam jemaatnya dalam bahaya dan ribuan penduduk yang mungkin berinteraksi dengan mereka minggu ini dalam bahaya.

Howard-Browne, yang berasal dari Afrika Selatan, ditangkap di rumahnya di bawah surat perintah yang menuduhnya melakukan pelanggaran ringan atas penyelenggaraan acara yang melanggar hukum dan pelanggaran aturan darurat kesehatan masyarakat.

Perintah kesehatan darurat membatasi pertemuan publik di daerah itu menjadi kurang dari 10 orang dan mengharuskan penduduk untuk tinggal di rumah kecuali jika terpaksa.

Tampa Bay Times melaporkan pengkhotbah itu membayar jaminan senilai 500 dolar AS dan dibebaskan dari penjara tidak lama setelah ia ditangkap atas tuduhan itu, masing-masing tuduhan memiliki ancaman hukuman maksimum 60 hari penjara dan denda dolar AS jika ia dinyatakan bersalah.

Chronister mengatakan bahwa kantornya telah menghubungi para pengacara gereja dan para pemimpinnya setidaknya dua kali selama akhir pekan memohon mereka untuk membatalkan kebaktian pada Minggu di gereja Pentakosta, tetapi tidak berhasil.

Sheriff mengatakan penolakan Howard-Browne sangat membingungkan karena jemaatnya yang beranggotakan 4.000 orang memiliki teknologi untuk menyiarkan kebaktian secara langsung di televisi dan internet.

Howard-Browne mengutip ayat alkitab dalam pembelaannya untuk kebaktian 3,5 jam pada Minggu pagi, yang disiarkan langsung di media sosial. Ia menyatakan: "Tidak ada wabah yang akan menghampiri tempat tinggalmu, tidak ada senjata yang dibentuk untuk melawan mereka," menurut Tampa Bay Times.

"Tiba-tiba kita dinilai sebagai penjahat karena kita percaya Tuhan menyembuhkan, bahwa Tuhan membebaskan manusia, dan mereka membuat kita menjadi semacam orang aneh," kutip surat kabar itu.

Para anggota jemaat, banyak yang berdiri bersinggungan bahu, meskipun beberapa di antara mereka tampak duduk terpisah di gereja dengan kursi-kursi kosong, bersorak dan bertepuk tangan menyambut kata-katanya, kata Times.

Chronister membantah pernyataan Howard-Browne bahwa perintah kesehatan masyarakat tersebut mengecualikan layanan keagamaan sebagai pertemuan penting atau bahwa mereka menginjak-injak hak-hak konstitusional atas kebebasan beragama.

"Sangat disayangkan bahwa pendeta di sini bersembunyi di balik Amandemen Pertama," kata sheriff.

Pengacara Negara Andrew Warren juga mengutip ayat suci dalam mendukung sheriff.

"Tidak ada perintah yang lebih penting daripada mencintai sesamamu seperti dirimu sendiri," katanya. "Mencintai tetanggamu melindungi mereka, tidak membahayakan kesehatan mereka dengan memaparkan mereka pada virus mematikan ini."

Hampir 5.500 orang telah dites positif COVID-19 di Florida, penyakit pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh virus corona baru, lebih dari 60 diantaranya telah meninggal.

 

sumber : Reuters/Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement