Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Total Pengiriman Ponsel Huawei 2019 Tembus 240 Juta Unit

Selasa 31 Mar 2020 21:38 WIB

Red: Nora Azizah

Huawei mencatat bisnis produk konsumen bertumbuh sepanjang 2019 (Foto: ilustrasi Huawei)

Huawei mencatat bisnis produk konsumen bertumbuh sepanjang 2019 (Foto: ilustrasi Huawei)

Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Tahun lalu menjadi catatan bisnis cukup baik bagi Huawei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Huawei mencatat bisnis produk konsumen bertumbuh sepanjang 2019. Salah satunya tercatat lewat pengiriman lebih dari 200 juta unit ponsel pada tahun tersebut.

"2019 menjadi tahun yang luar biasa bagi Huawei. Meskipun mengalami tekanan yang sangat berat dari pihak luar, namun tim kami memiliki komitmen kuat untuk terus maju dan fokus dalam meningkatkan kontribusi kepada para pelanggan," kata Rotating Chairman Huawei, Eric Xu, dalam laporan keuangan tahunan yang disiarkan secara streaming, Selasa (31/3).

Huawei mencatat pengiriman ponsel sepanjang 2019 berada di angka 240 juta unit. Pendapatan penjualan Huawei secara global pada 2019 mencapai 858,8 miliar yuan, atau sekitar 123 miliar dolar Amerika Serikat berdasarkan kurs per 31 Desember 2019.

Perusahaan tersebut mengalami kenaikan pendapatan per tahun 19,1 persen. Bisnis produk konsumen, consumer business, termasuk ponsel, pada tahun tersebut mencapai 463,3 miliar yuan atau sekitar 66,9 miliar dolar, mengalami kenaikan 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bisnis operator Huawei pada 2019 ikut serta membangun infrastruktur dan aplikasi jaringan 5G. Huawei bekerja sama dengan operator telekomunikasi di berbagai negara untuk layanan 5G.

Pendapatan dari bisnis operator Huawei menyumbang 42,5 miliar dolar untuk pendapatan tahun 2019. Huawei juga mengalami peningkatan tahunan sebesar 3,8 persen.

Huawei tahun lalu menerima keuntungan bersih sebesar 9 miliar dolar, sementara arus kas dari kegiatan operasional sekitar 13,1 miliar dolar, dengan kenaikan per tahun mencapai 22,4 persen.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA