Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

In Picture: Mencegah Kepunahan Simpanse di Kongo

Selasa 31 Mar 2020 20:38 WIB

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Foto: EPA-EFE/HUGH KINSELLA CUNNINGHAM
Pemburu hewan liar membunuh keluarga simpanse dan menangkap bayinya untuk dijual.

REPUBLIKA.CO.ID, KONGO -- Keberadaan simpanse di Kongo terancam punah oleh penggundulan hutan dan perburuan liar. Pemburu hewan liar di Kongo, sering membunuh keluarga simpanse untuk daging hewan liar dan menangkap bayi untuk dijual. 

Di Pusat Konservasi Primata Lwiro, di Lwiro, Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo, sejumlah orang merawat simpanse dan monyet korban perburuan dan perdagangan hewan liar.

Ditempat itu, puluhan primata dirawat, diberikan tempat perlindungan yang aman serta direhabilitasi psikologisnya. Karena kebanyakan dari hewan primata ini, mengalami trauma dan rentan secara medis akibat perburuan liar. 

"Sebagai perawat para simpanse, saya bertanggung jawab untuk mengawasi mereka, memastikan mereka tidak bertarung, mengamati penyakit yang mungkin menjangkiti mereka, serta menciptakan suasana persahabatan di antara mereka. Simpanse disini harus terbiasa satu sama lain dan belajar untuk menjadi keluarga baru," ujar Ephraim, seorang petugas di Pusat Konservasi Primata Lwiro. 

Republik Demokratik Kongo adalah rumah bagi sejumlah spesies hewan yang paling beragam di dunia. Namun, konflik, pemburu liar dan pelanggaran hukum merupakan ancaman konstan terhadap spesies unik yang mendiami hutan di Kongo. Keberadaan Pusat Konservasi Primata Lwiro adalah salah satu upaya pemerintah dalam mencegah kepunahan simpanse dan hewan primata lainnya di Kongo.

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA