Selasa 31 Mar 2020 20:02 WIB

Gula Pasir Curah di Pasar Tradisional Karawang Masih Tinggi

Pasokan gula pasir masih minim sehingga harga belum stabil.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andi Nur Aminah
Pedagang menata gula pasir jualannya di salah satu pasar tradsional (ilustrasi)
Foto: Antara/Febri Angga Palguna
Pedagang menata gula pasir jualannya di salah satu pasar tradsional (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Harga gula pasir di Kabupaten Karawang masih belum normal, khususnya di pasar tradisional. Gula pasir curah yang dijual pedagang masih tinggi hingga di atas Rp 17 ribuan perkilo.

Kepala Dinas Pangan Kadarisman mengatakan harga gula pasir curah di pasar tradisional terpantau masih tinggi. Sedangkan yang dijual di pasar modern harganya sesuai HET dan pembeliannya dibatasi dua kilogram perorang. “Gula pasir mengalami kenaikan signifikan di sejumlah pasar tradisional di Karawang,” kata Kadarisman dalam siaran persnya, Selasa (31/3).

Baca Juga

Menurutnya, pasokan gula pasir masih minim sehingga harga belum stabil. Termasuk komoditas cabai rawit merah yang juga mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Karawang. Ia mengatakan cabai rawit merah harga relatif masih tinggi karena pasokan dari daerah produsen sedikit. Sehingga harga pun melonjak karena permintaan cabai rawit merah masih cukup tinggi oleh konsumen.

”Ada beberapa yang perlu ditambah pasokannya di antaranya gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan telur,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah komoditas lainnya juga terpantau mengalami kenaikan. Namun kenaikan tersebut dikatakannya masih dalam tahap wajar. Seperti minyak goreng kemasan naik jadi Rp 13.375 perkilogram, tepung terigu naik menjadi Rp 7.542, daging sapi naik menjadi Rp 115.556 perkilogram serta  aging ayam naik menjadi Rp 31.667 perkilogram.

Sementara itu, untuk harga beras premium turun menjadi Rp 11.200, beras medium turun jadi Rp 9.442 dan beras termurah tetap Rp 8.417. Untuk komoditas telur ayam harganya tetap Rp 26.333, bawang merah turun menjadi Rp 36.417 dan jagung pipil turun menjadi Rp 8.677 Perkilogram.

Meski demikian, ia menjamin pasokan aman menyambut puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Ia berharap masyarakat tidak panik terutama dalam menghadapi wabah virus corona saat ini. “Pasar tradisinal masih tetap buka sedangkan pasr modern jam operasional dinatasi sampai pukul 21.00 WIB,” tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement